Helikopter dikerahkan aktifkan alat bantu navigasi udara terdampak gempa di Sulteng
Merdeka.com - TNI AU mengerahkan personel dan pesawat Boing untuk mengobservasi dampak gempa di Sulawesi Tengah. Satu helikopter turut dikerahkan mengaktifkan kembali alat bantu navigasi yang rusak.
"Pesawat Boing berikut 9 personil akan diberangkatkan besok untuk lakukan observasi dari udara. Hanya saja, kepastian waktunya menunggu Sabtu besok karena kalau posisi bandara tidak terlihat dan tidak bisa didarati karena navigasinya rusak, pesawat juga tidak bisa diberangkatkan. Setelah itu akan dikirimkan satu helikopter untuk aktifkan kembali alat bantu navigasi yang rusak," kata Komandan Wing 2 Paskhas, Kolonel (Pas) Dicky Lukman yang dikonfirmasi, Jumat (28/9) malam.
Begitu alat bantu navigasi sudah aktif, tambah Dicky, akan menyusul pesawat TNI AU rencananya 2CS-235 yang akan mendarat ke sana.
Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf. Alamsyah yang juga dikonfirmasi menjelaskan, Sabtu besok, (29/9) akan diberangkatkan 1 SSK pasukan atau kurang lebih 100 orang menuju Sulawesi Tengah melalui jalur darat. Tapi belum jelas kepastian waktunya.
Hanya saja, kata Alamsyah, pukul 05.00 wita, akan diberangkatkan lebih dulu 20 unit truk kosong lewat jalur darat menuju Mamuju, Sulawesi Barat.
Di Mamuju itu, truk-truk ini menunggu kedatangan pasukan dari Jawa dan Makassar kemudian melanjutkan perjalanan ke Donggala, Sulawesi Tengah.
"Personel yang diberangkatkan ini antara lain adalah yang punya keahlian rekonstruksi," kata Kolonel Inf. Alamsyah.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya