Hasil Penyidikan Polisi, Sebelum Dibunuh Calon Pendeta Melindawati Tidak Diperkosa

Jumat, 29 Maret 2019 16:48 Reporter : Irwanto
Hasil Penyidikan Polisi, Sebelum Dibunuh Calon Pendeta Melindawati Tidak Diperkosa Dua tersangka pembunuh calon pendeta di OKI. ©2019 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Kasus pembunuhan calon pendeta Melindawati Zidemi (24) akhirnya terungkap dengan ditangkapnya dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni Hendri (18) dan Nang (20). Dari hasil penyidikan, korban tidak diperkosa karena tengah datang bulan atau haid.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, dugaan sebelumnya disebutkan ada tindak pidana perkosaan dalam pembunuhan itu. Sebab, dokter menemukan bercak sperma dan kerusakan di kemaluan korban.

"Ternyata, faktanya tidak ada perkosaan. Korban tidak diperkosa kedua pelaku," ungkap Zulkarnain, Jumat (29/3).

Dikatakannya, saat kejadian korban sedang haid yang membuat kedua tersangka batal memperkosa. Hanya saja, korban sempat dicabuli dalam kondisi hidup dan terikat.

Saat melakukan aksi pencabulan itu, penutup wajah tersangka tersingkap. Sehingga sempat terlihat oleh korban. Lalu kedua tersangka mencekik korban hingga tewas.

"Mereka takut dikenali, akhirnya membunuh," ucapnya.

Tersangka Turut Cari Jenazah Calon Pendeta

Hendri dan Nang tak menunjukkan sikap kecurigaan usai membunuh Melindawati Zidemi. Bahkan, mereka sempat turut mencari korban bersama warga.

"Ternyata kedua tersangka ini ikut mencari juga, pura-pura tidak tahu agar tidak dicurigai," ungkap Zulkarnain, Jumat (29/3).

Setelah melakukan penyelidikan, penyidik memeriksa empat orang saksi, termasuk kedua tersangka. Dinilai cukup bukti dan dikuatkan dengan keterangan saksi lain, akhirnya mereka ditetapkan tersangka.

"Dan dari pemeriksaan lanjutan, kedua tersangka mengakui sebagai pelakunya," kata dia.

Kedua tersangka merupakan buruh petik sawit di PT PSM Sungai Baung. Sementara korban bertugas melayani jemaat di Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) setempat.

"Korban dan kedua tersangka tinggal di satu basecamp. Sering ketemu," ucapnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini