Harus diantisipasi, dampak bom Surabaya bisa pengaruhi kunjungan turis asing
Merdeka.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai teror bom di Surabaya, Jawa Timur, tak banyak berpengaruh kepada perekonomian. Namun, PSI mengingatkan peristiwa tersebut bisa berdampak pada kinerja pariwisata nasional.
"Yang mesti diwaspadai kinerja industri pariwisata nasional bisa terkoreksi. Target-target mungkin berat tercapai," ucap Juru Bicara PSI Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis, Rizal Calvary Marimbo, di Jakarta, Selasa (15/5).
Rizal mengatakan, industri pariwisata sangat sensitif terhadap masalah keamanan. Apalagi Surabaya dekat dengan destinasi-destinasi andalan pariwisata nasional seperti Bali, Lombok serta Banyuwangi. "Tidak saja karena Surabaya kota terbesar kedua, tapi juga dekat dengan destinasi pariwisata andalan kita," ucap dia.
Rizal mengatakan, bom Surabaya tak berpengaruh banyak kepada stabilitas perekonomian. Di dalam negeri, masyarakat sudah tidak terpengaruh lagi dengan isu-isu kegiatan terorisme. Sehingga aktivitas ekonomi akan berjalan seperti biasa. "Fundamental ekonomi kita sudah sangat kuat. Tidak apa-apa," ucap dia.
Hanya saja yang mesti diantisipasi sektor pariwisata, sebab di luar negeri muncul persepsi rendahnya rasa aman di dalam negeri. Sehingga untuk sementara waktu, wisatawan mancanegara (wisman) dapat saja melakukan penangguhan kunjungan ke Indonesia. "Ini yang harus kita waspadai dan antisipasi," ucap dia.
Rizal mengatakan, tahun ini, pemerintah menargetkan kunjungan turis asing sebesar 17 juta. Pada tahun 2017 kunjungan wisatawan asing sebanyak 15 juta. Sebanyak 6 juta ditargetkan di Bali. Sebanyak 18 destinasi wisata andalan yang tersebar di Sumatera (Medan/Danau Toba, Batam, Belitung, Padang, dan Palembang), Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Borobudur/Yogyakarta, Solo, Surabaya-Bromo-Tengger, dan Banyuwangi), Kalimantan (Balikpapan), Bali, Nusa Tenggara Barat (Lombok), Sulawesi (Makassar/Wakatobi dan Manado), dan Papua Barat (Raja Ampat).
Rizal mengatakan, sektor pariwisata sangat strategis ke depan sebab pariwisata akan menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2019. Pariwisata akan menggusur sektor migas yang sumbangannya terus menurun dan CPO. Pada 2019, pemerintah menargetkan 20 juta wisatawan asing dengan devisa sekitar Rp 280 triliun. Penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata mencapai 12,6 juta orang dan indeks daya saing pariwisata Indonesia bakal berada di peringkat ke-30 dunia.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya