Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga Makanan di Malioboro Dikeluhkan Wisatawan, Pemkot Yogyakarta Telusuri Penjual

Harga Makanan di Malioboro Dikeluhkan Wisatawan, Pemkot Yogyakarta Telusuri Penjual Jalan Malioboro Yogyakarta. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah video seorang perempuan berwisata ke Malioboro dan menjadi korban kenaikan harga atau nuthuk harga oleh pedagang kaki lima (PKL) menjadi viral di media sosial.

Melalui akun tiktoknya, perempuan ini menceritakan pengalamannya makan di warung lesehan di Malioboro. Perempuan itu mengeluhkan mahalnya harga makanan di Malioboro.

Perempuan ini mengisahkan dirinya dikenai harga tak wajar saat memesan pecel lele di warung lesehan Malioboro. Perempuan ini mengaku jika harga lele Rp 20 ribu, sementara nasi putih dihargai Rp 7 ribu.

Namun saat menu yang dipesan itu datang, perempuan itu menyebut yang datang hanya nasi dan lele saja tanpa lalapan. Kemudian perempuan itu mengeluh tentang harga lalapan.

"Pecel lele Rp 20 ribu. Nasi putih Rp 7 ribu. Ternyata saat pesanan datang tidak ada lalapan. Ternyata saat pesan lalapannya itu tambah Rp 10 ribu. Kenapa kapitalis banget," keluh perempuan tersebut.

Viralnya video ini pun mendapatkan tanggapan dari Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. Heroe mengatakan pihaknya masih mencari pedagang yang nuthuk harga tersebut.

"Kami sedang telusuri dan mencari pedagangnya siapa. Tolong bagi yang mengetahui lokasi pedagangnya dan kapan peristiwa itu terjadi bisa segera diinformasikan ke Pemkot Yogyakarta," kata Heroe, Rabu (26/5).

Heroe menjabarkan bahwa pihaknya siap memberikan sanksi kepada pedagang di Malioboro yang kedapatan menaikkan harga sepihak kepada wisatawan.

Tak main-main, sanksi yang akan diberikan disebut Heroe adalah mencabut izin berjualan dan pedagang itu tak boleh lagi berjualan di Jalan Malioboro.

"Kami pasti akan tindak tegas. Saat itu juga ditutup dan tidak boleh jualan selamanya di Malioboro, karena itu sudah menjadi kesepakatan seluruh pedagang dan komunitas di Malioboro," ungkap Heroe.

"Tidak hanya harga-harga makanan. Petugas parkir atau lainnya juga kami tindak jika ngawur nuthuk harga pada wisatawan. Ini sudah menjadi kebijakan bersama dan akan ditindak tegas apapun alasannya," tegas Heroe.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP