Harga Kedelai Naik dan Tidak Stabil, Perajin Tahu di Bandung Ancam Mogok Produksi
Merdeka.com - Harga kacang kedelai yang melonjak naik dan cenderung tidak stabil membuat para perajin tahu di Kota Bandung, Jawa Barat resah. Mereka bahkan mengancam bakal mogok produksi selama tiga hari, menuntut respons pemerintah.
Sejumlah produsen yang tergabung dalam Paguyuban Perajin Tahu berencana mogok produksi pada 21 hingga 23 Februari mendatang.
Saat ini, harga kedelai menembus Rp11-12 ribu. Sedangkan harga normalnya Rp8 ribu. Kenaikan itu berimbas pada tingginya ongkos produksi.
Upaya yang sudah dilakukan adalah mengurangi kuantitas hingga menaikkan harga jual tahu Rp53 ribu per kotak. Namun konsumen pun mengeluhkan kondisi tersebut.
Salah seorang pengrajin tahu Cibuntu, Kota Bandung, Didin Muhidin berharap upaya mogok produksi bisa mendapat respons dari pemerintah dalam mengatur harga kacang kedelai.
Upaya mogok produksi ini pun sebenarnya sudah terjadi pada pertengahan tahun lalu. Namun harga kacang kedelai tetap tidak stabil.
"Untuk mogok (produksi tahun ini) mudah-mudahan bisa mengurangi harga kacang kedelai. Selama setahun ini (harga kacang kedelai) naik terus enggak stabil," kata Didin, Senin (14/2).
Agar pendapatan tidak semakin terpuruk, Didin menyiasati dengan mengurangi jumlah produksi.
"Sekarang produksi dikurangi karena nilai jual kurang karena saya harus menyesuaikan dengan harga. Biasanya per hari lima ton sekarang kurang. Tidak ada pengurangan (karyawan)," ia melanjutkan.
Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung berharap para perajin tahu mengurungkan niat mogok produksi.
Kabid Distribusi Perdagangan Disdagin Kota Bandung Meiwan Kartiwa menjelaskan kenaikan atau ketidakstabilan harga kedelai bisa berlangsung hingga bulan Mei.
Pada akhir Desember lalu, harga kedelai dibanderol dengan harga Rp8-9 ribu per kilogram. Saat ini ada kenaikan mencapai Rp11 ribu.
"Menurut Kemendag, kenaikan ini diperkirakan bisa sampai bulan Mei dan penurunan diprediksi akan terjadi di bulan Juni Juli. Jadi kenaikan harga kedelai ini ada di produk akhir seperti tahu tempe," ungkapnya seraya menyebut stok di distributor masih aman.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya