Hanya 15 persen petugas kebersihan DKI yang mudik di hari lebaran

Minggu, 3 Juli 2016 23:01 Reporter : Fikri Faqih
Hanya 15 persen petugas kebersihan DKI yang mudik di hari lebaran Petugas PPSU. ©2015 Merdeka.com/Dhea

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebersihan akan tetap mengoptimalkan tenaga kebersihan untuk menangani persoalan sampah ketika menjelang hingga usai lebaran.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, hanya 15 persen petugas kebersihan yang mudik lebaran. Sisanya tetap disiagakan untuk menangani sampah di Ibu Kota. Kata dia, kebijaksanaan memperbolehkan sebagian kecil personel kebersihan mengambil cuti dikarenakan saat Lebaran timbulan sampah sedikit menurun dan sampah hanya menumpuk di tempat-tempat tertentu saja.

"Seperti di lokasi digelarnya sholat Ied dan tempat wisata. Pada prinsipnya PHL diperkenankan mudik yang sudah didata dengan prinsip tidak boleh ada kekosongan ruas yang menjadi tanggungjawabnya," ujarnya, Minggu (3/7).

Dia menambahkan, untuk menyelesaikan persoalan sampah selama lebaran Dinas Kebersihan telah membuat jadwal piket para pejabat selama libur lebaran untuk memastikan penanganan kebersihan di darat, badan air dan tempat pengolahan sampah tetap berjalan optimal.

"Pendukung operasional seperti unit storing kendaraan dan bengkel juga tetap bertugas. Command Center Dinas Kebersihan juga diatur selalu ada petugas piket, sehingga pemantauan penanganan sampah Ibukota tetap berjalan."

"Fasilitas pengolahan sampah Dinas Kebersihan baik yang berlokasi di dalam kota Jakarta (Stasiun Peralihan Antara Sunter/SPA Sunter) maupun yang terletak di luar Jakarta (TPST Bantargebang) tetap beroperasi selama libur/cuti bersama Idul Fitri 1437 H.

Dirinya melanjutkan, timbulan sampah saat Ramadhan memang meningkat, namun keadaan demikian akan berbalik turun saat pra dan pasca Lebaran (H-4 sd H+4), mengingat sudah dimulainya cuti bersama dan libur lebaran. Pada saat itu banyak warga Jakarta yang melakukan mudik.

""Diperkirakan puncak tonase penanganan sampah akan terjadi pada H+5, H+6 dan H+7, setelah itu kembali ke rata-rata timbulan normal. Peningkatan tonase disebabkan sebagian besar warga Jakarta telah kembali dari kampung halamannya karena sudah berakhirnya masa cuti bersama."

"Selain itu, tukang gerobak yang sempat mudik telah kembali bertugas, sehingga akumulasi tumpukan-tumpukan sampah yang sempat tertinggal di tempat sampah rumah tangga mulai dikirim ke Tempat Penampungan Sementara (TPS). Sistem Dinas Kebersihan mengangkut sampah dari TPS ke TPST," pungkasnya. [hrs]

Baca juga:

Aher imbau warga Jabar malam takbiran di masjid

Tukang cukur pinggir jalan panen pelanggan jelang lebaran

Angkut pemudik, Pelni operasikan kapal cepat bikinan Norwegia

Ribuan pemudik hindari Tol Pejagan-Brebes, pilih jalur alternatif

H-2 Lebaran, harga daging di Lubuklinggau tembus Rp 150 ribu/kg

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Lebaran 2016
  3. DKI Jakarta
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini