Hamil di Luar Nikah, Asisten Rumah Tangga di Tangsel Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan

Kamis, 14 Maret 2019 04:27 Reporter : Kirom
Hamil di Luar Nikah, Asisten Rumah Tangga di Tangsel Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan ART di Tangerang bunuh bayinya yang baru dilahirkan. ©2019 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - R (17), perempuan asal Jawa Barat, yang belum lama tinggal bekerja di Kota Tangerang Selatan, tega membunuh bayi yang baru dilahirkannya dan membuangnya di tempat sampah.

Kasusnya terungkap setelah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tangerang Selatan, mendapat laporan petugas kebersihan perumahan yang menemukan adanya jasad bayi di dalam plastik yang diletakkan di bak sampah perumahan di Ciputat, Tangerang Selatan, pada Senin (4/3) kemarin.

Dari hasil penyelidikan, olah TKP dan autopsi terhadap bayi, mengarah kepada satu orang pelaku, yakni asisten rumah tangga pada salah satu rumah.

"Saat kami periksa, ternyata tersangka sedang berada di RS Fatmawati, saat kita tanya pemilik rumah, yang bersangkutan mengalami pendarahan, pendarahan sehabis melahirkan" jelas Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander.

Alexander menerangkan, pelaku menghabisi nyawa sang bayi karena merasa malu lantaran bayi yang dilahirkan itu berasal dari hubungan gelap.

"Yang bersangkutan malu, bahwa anak dihasilkan melalui proses yang tidak resmi," terang Alexander, Rabu (13/3) di Mapolres Tangsel.

Menurut pengakuan pelaku, bayi malang itu adalah hasil hubungan gelap dengan seorang pria yang diduga juga masih di bawah umur di daerah Jawa Barat, tempat asal pelaku.

Tersangka bekerja baru satu minggu bekerja sebagai ART. Sang majikan juga tak mengetahui kalau ART yang baru bekerja di rumahnya itu, dalam kondisi mengandung.

"Pemilik rumah tidak mengetahui kehamilan R, karena tersangka menampilkan diri sebagai perempuan gemuk yang menggunakan pakaian kebesaran."

Kelahiran bayi malang itu, juga terjadi di kamar sang ART tanpa dibantu tenaga medis manapun. Itu dilakukan ketika pemilik rumah sedang bekerja. Usai sang bayi berhasil dilahirkan, pelaku R kemudian membekap bayi malang itu dengan kain hingga meninggal dunia.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 80 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman sampai 15 tahun penjara. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Pembunuhan
  2. Mayat Bayi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini