Hakim: Kebohongan Ratna Sarumpaet Timbulkan Bibit-bibit Keonaran

Kamis, 11 Juli 2019 20:57 Reporter : Merdeka
Hakim: Kebohongan Ratna Sarumpaet Timbulkan Bibit-bibit Keonaran Sidang Ratna Sarumpaet. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Hakim anggota Krisnugroho menyatakan, cerita bohong yang dikarang Ratna Sarumpaet telah menimbulkan benih-benih keonaran. Hal itu dilihat dari perdebatan yang terjadi di dunia maya serta demonstrasi di pelbagai daerah.

Menurut hakim Kris, terdakwa telah membuat resah masyarakat terutama di media sosial juga di media mainstream sehingga menimbulkan pro dan kontra serta silang pendapat.

Selain itu, cerita bohong terdakwa juga disikapi oleh masyarakat. Mereka melakukan demonstrasi di Polda Metro serta adanya pertemuan sekelompok orang di restoran cepat saji guna menyikapi kejadian yang dialami terdakwa. Kris menyebut itu sebagai bibit keonaran.

"Keonaran itu belum benar-benar terjadi, tapi bibit-bibit untuk terjadinya keonaran itu telah tampak dan muncul ke permukaan," ujar dia di PN Jaksel, Kamis (11/7).

Sebab jika kondisi tersebut tidak cepat teratasi oleh pihak kepolisian maka kerusuhan, keributan dan keonaran bisa terjadi.

"Dan hal tersebut tentunya akan sangat merugikan kita semua dan fungsi hukum untuk menjaga ketertiban di masyarakat menjadi tidak mempunyai arti," ujar dia.

Hal itu diperkuat dengan kenyataan bahwa kondisi ini baru mereda setelah terdakwa melakukan konferensi pers dan mengakui kebohongannya dan minta maaf. "Kala itu polisi menunjukkan bukti lebam dan bengkak di wajahnya setelah operasi plastik," ujar dia.

Kris mengingatkan yang disampaikan itu juga sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi.

"Saat disampaikan dan dalam sikon yang kondusif aman dan tentram masyarakat yang menerima pesan itu tidak akan terlalu reaktif dan menganggap sebagai peristiwa pidana biasa. akan jika pesan itu disampaikan pada saat situasi yang tidak kondusif apalagi saat sedang berlangsung pesta demokrasi pelaksanaan pilpres maka hal itu akan dikaitkan dengan pelaksanaan demokrasi, penyimpangan demokrasi dan keadilan," tutup dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini