Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gus Ipul: Proses demokrasi di AS bisa jadi inspirasi negara lain

Gus Ipul: Proses demokrasi di AS bisa jadi inspirasi negara lain Gus Ipul di Konjen AS di Surabaya. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Donald Trump sukses menyingkirkan kompetitornya Hillary Clinton di Pilpres Amerika Serikat, Rabu (9/11). Pria 70 tahun yang diusung Partai Republik ini meraih 276 electoral vote, unggul dari Clinton, yang mengoleksi 218 electoral vote.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut model demokrasi di negeri Paman Sam tersebut bisa menjadi model dan inspirasi banyak negara. Hal ini dikatakan Gus Ipul saat menghadiri Election Open House di Kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Jawa Timur hari ini.

"Indonesia dan Amerika Serikat sama-sama mempercayai demokrasi adalah jalan terbaik untuk menyejahterakan rakyat," kata Gus Ipul.

Demokrasi, lanjut dia, merupakan jalan menyelesaikan masalah dan perbedaan. Untuk itu, proses pemilu yang sedang berlangsung di AS kali ini, merupakan bagian proses demokrasi untuk rakyat yang harus dihormati.

"Demokrasi di Amerika Serikat menjadi model dan inspirasi banyak negara. Yang mana kompetisi sekeras apapun, akan ditentukan hasil akhir dalam pemilihan suara atau voting," ungkapnya.

Menurutnya, siapapun Presiden Amerika Serikat terpilih tidak akan mengganggu hubungan antara Indonesia dan Negeri Paman Sam tersebut, justru akan memperkuat hubungan kedua negara.

"Saya sangat menyambut gembira proses demokrasi ini. Apapun hasilnya, siapapun presiden yang terpilih, itu harus kita terima, kita hargai dan kita hormati," ungkapnya.

Gus Ipul juga menyebut, Pemilu di Amerika Serikat kali ini sangat menarik. Sebab, pada pemilu sebelumnya, orang bisa dengan mudah memprediksi siapa pemenangnya. Namun berbeda di tahun ini.

"Sejak awal hasil kandidat tahun ini sangat ketat. Tapi ya inilah gambaran betapa indahnya proses demokrasi," tegasnya lagi.

Sementara Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Heather Variava menyampaikan terimakasih atas perhatian masyarakat Indonesia, yang sejak pagi telah hadir menyaksikan hasil pemungutan suara.

Variava juga mengaku, kehadiran Gus Ipul selaku Wagub Jawa Timur merupakan wujud kemitraan dan hubungan baik yang terjalin antara Amerika-Indonesia.

"Kami sangat senang bisa merasakan proses demokrasi di Indonesia. Kita semua tahu, Amerika Serikat dan Indonesia merupakan negara demokrasi," ujar Variava.

Menurutnya, proses demokrasi di negaranya sudah berjalan lebih dari 200 tahun. Sistem pemilihan di Amerika Serikat, baik itu pemilu maupun Pilpres, diatur di masing-masing negara bagian. Termasuk soal electoral college.

"Sistem ini mulai dibangun dua tahun lalu untuk memastikan masing-masing negara bagian punya suara dalam pemilu. Sistem ini juga memberikan kesempatan bagi negara bagian yang kecil untuk memiliki suara atau kekuasaan," katanya.

"Di kebanyakan negara bagian, electoral college memberikan suara mereka berdasarkan suara mayoritas pemilih di negara bagian mereka. Elector memilih di negara bagian mereka pada 15 Desember dan kongres secara resmi menghitung hasilnya pada Januari," sambungnya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP