Gus Ipul minta NU dan Muhammadiyah bantu upaya deradikalisasi

Senin, 19 Juni 2017 23:05 Reporter : Darmadi Sasongko
Sidang MK Sengketa Pilkada Jatim. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mendukung kerja aparat keamanan terkait penangkapan terduga teroris di Kabupaten Malang. Dia juga mendorong masyarakat untuk ambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.

"Saya berharap masyarakat bisa memberi informasi-informasi yang terjadi di sekitarnya. Jawa Timur disebut-sebut sebagai daerah yang perlu mendapat perhatian. Kita diberi masukan dan informasi oleh Densus 88 dan Kepolisian," kata Saifullah Yusuf di Malang, Senin (19/6).

Kata Gus Ipul, ada beberapa pihak yang terus diamati dan ditempel petugas keamanan. Hingga saat ini aparat terus bekerja untuk membawa Jawa Timur kondusif.

"Kita minta Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan tokoh-tokoh masyarakat turut membantu upaya deradikalisasi. Saya juga minta masyarakat tidak ikut-ikutan dengan Islam yang tidak cocok dengan Indonesia," katanya.

Diberitakan sebelumnya, terduga teroris atas nama Syahrul Munif (35) diamankan oleh Tim Densus 88 Antiteror Senin (19/6) sekitar pukul 08.30 WIB. Ia diamankan sekitar 20 meter dari tempat kosnya, Jalan Wijaya 11 A, Desa Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Syahrul Munif tercatat lahir di Jember, 9 Juli 1982 tercatat sebagai warga Perum Bumi Mondoroko Raya AJ - 69 Rt. 4/13 Desa Watugede Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.

Syahrul Munif merupakan jaringan JAD (Jamaah Ansharut Daulah) yang berhubungan dengan Helmi Alamudi (Yayasan Mega Mendung Pisang Candi), Abdul Hakim (Embong Arab) dan Junaidi (Bumiayu) yang ketiga orang tersebut sudah diamankan Densus 88.

Syahrul diamankan di Markas Komando Brimob Batalyon B Malang dan selanjutnya akan dibawa ke Jakarta. [bal]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.