Gus Ipul: Isu makar bagian dari dinamika politik

Minggu, 4 Desember 2016 11:20 Reporter : Darmadi Sasongko
Gus Ipul: Isu makar bagian dari dinamika politik Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebelas orang diamankan polisi dengan tuduhan melakukan tindakan makar terhadap pemerintahan. Polisi harus membuktikan sekaligus meyakinkan pada masyarakat tindakan makar itu memang terjadi dan dilakukan para pelaku.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul menilai, isu makar bagian dari dinamika politik yang harus dipahami secara wajar. Harus dipahami juga bahwa persoalan tersebut menyangkut urusan hukum dan politik.

"Kita melihatnya sebagai dinamika politik yang wajar. Jadi memang polisi harus bekerja sebagaimana mestinya. Bahwa ini memang politik, hukum ya politik ya," kata Gus Ipul di Balai Kota Malang, Minggu (4/12).

Seperti banyak persoalan politik selama ini, Gus Ipul menyimpan keyakinan akan sebuah solusi yang bisa diterima oleh semua pihak. Indonesia sendiri sebagai negara besar dengan keragamannya, dipastikan akan menghadapi persoalan-persoalan serupa.

"Saya sih masih yakin bahwa nanti yang menyelesaikan waktu. Ini dinamika-dinamika Indonesia, Indonesia ini yang besar, plural, dan memasuki MEA tentu temperaturnya akan meningkat, tetapi dengan modal kebersamaan selama akan ada titik tengah yang bisa diterima semua pihak," jelasnya.

Gus Ipul yang juga menjabat sebagai Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menolak untuk berspekulasi tentang ada dan tidaknya tindak makar oleh 11 orang tersebut. Polisi yang harus membuktikan kebenarannya.

"Saya tidak tahu, saya tidak bisa komentar. Saya tidak punya instrumen untuk membuat kesimpulan (makar itu ada atau tidak). Saya tidak punya cukup informasi, yang tahu ya polisi dan teman-teman yang selama ini dianggap makar. Mereka yang paling tahu," katanya.

Kata Gus Ipul, belajar dari berbagai peristiwa di massa lalu, kebenaran-kebenaran yang bersifat politik akan teruji oleh waktu. Waktu yang akan menentukannya.

"Banyak sekali dalam sejarah yang menjadi tahanan politik. Tetapi kita harapkan nanti ada jalan tengahnya," pungkasnya. [war]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini