Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Guruh Soekarnoputra sebut puisi Sukmawati tak berkaitan dengan SARA

Guruh Soekarnoputra sebut puisi Sukmawati tak berkaitan dengan SARA Guruh Soekarnoputra. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Puisi 'Ibu Indonesia' karya Sukmawati Soekarnoputri yang menyinggung soal azan dan cadar memantik polemik. Adik Sukmawati, Guruh Soekarnoputra mengatakan puisi tersebut tidak bermaksud untuk menyerang Suku, Ras, Agama dan Antargolongan (SARA).

"(Puisi itu) Bukan untuk SARA dan sebagainya. Bukan sesuatu yang bagaimana," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/4).

Suami Henny Emilia Hendayani ini berharap, publik mencerna dengan baik isi puisi Sukmawati. Dia juga menginginkan, sejumlah pihak berlaku bijak dalam menyikapi puisi tersebut.

"Yang kita inginkan adalah kita semuanya berpikir jernih. Berpikir dan berbuat bijaksana dalam segala hal," ucapnya.

Meski demikian, Guruh menyadari puisi 'Ibu Indonesia' mendapat reaksi beragam dari publik. Menurutnya, reaksi itu merupakan persepsi yang masih bersifat subjektif.

"Saya melihat terjadi reaksi-reaksi gitu. Itu kan akhirnya sangat relatif tergantung dari persepsi kita," kata Guruh.

Sukmawati membaca puisi 'Ibu Indonesia' dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018. Dalam puisi tersebut, putri Presiden pertama RI Soekarno itu membandingkan keindahan sari konde dengan cadar. Dia juga membandingkan indahnya suara kidung dengan azan

Berikut puisi lengkap karya Sukmawati:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam

Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah

Lebih cantik dari cadar dirimu

Gerai tekukan rambutnya suci

Sesuci kain pembungkus ujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka

Menyatu dengan kodrat alam sekitar

Jari jemarinya berbau getah hutan

Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia

Saat penglihatanmu semakin asing

Supaya kau dapat mengingat

Kecantikan asli dari bangsamu

Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif

Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam

Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan azan mu

Gemulai gerak tarinya adalah ibadah

Semurni irama puja kepada Illahi

Nafas doanya berpadu cipta

Helai demi helai benang tertenun

Lelehan demi lelehan damar mengalun

Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia

Saat pandanganmu semakin pudar

Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu

Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

(mdk/rzk)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP