Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Guru honorer tergeletak dibacok kakak kandung di rumahnya

Guru honorer tergeletak dibacok kakak kandung di rumahnya Ilustrasi Penganiayaan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Afrina Rosa, guru honorer di salah satu sekolah di Pelalawan, Riau, terkapar bersimbah darah. Perempuan 33 tahun itu mengalami lima luka bacok yang dilakukan kakak kandungnya sendiri, Bayumi Jaka Saputra (35).

"Setelah kejadian, pelaku Jaka sudah kita amankan, sementara korban masih dirawat di rumah sakit karena luka serius di kepala," kata Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan, kepada merdeka.com, Jumat (26/10).

Peristiwa itu terjadi Kamis (25/10) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, sang ayah, Rosada (60) berada di ruang tengah rumahnya yang berada Jalan Pemda, Gang Wajib Senyum, RT 004 RW 009, Pangkalan Kerinci Kota, Pelalawan.

Tiba-tiba, Rosada mendengar suara ribut dan jeritan minta tolong dari arah dapur rumah. Rosada pun lari ke belakang dan melihat anak perempuannya, AR dalam posisi terduduk di lantai dan bersimbah darah.

Saat itu, Jaka sedang berdiri sambil memegang satu bilah parang di tangan kanannya. Sambil membentak-bentak adiknya, Jaka kemudian langsung pergi meninggalkan korban dan rumah.

"Setelah kejadian itu, orangtua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pangkalan Kerinci guna pengusutan lebih lanjut," kata Kaswandi.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami lima luka bacok di sejumlah bagian tubuh, di antaranya bagian kepala sebelah kanan. Namun, Kaswandi menuturkan pelaku memiliki kartu kontrol berobat gangguan jiwa dari RSJ Tampan, Pekanbaru.

"Kita masih selidiki kasus ini, namun kita terlebih dahulu melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku," katanya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP