Guru honorer di Depok ungkap pungli ogah dipindah ke perpustakaan
Merdeka.com - Andika Ramadhan Febriansah (23), guru honorer di SMAN 13 Depok menegaskan dirinya tetap tidak bersedia jika dialihkan menjadi tenaga pustakawan. Menurutnya itu tidak sesuai dengan kapasitasnya sebagai tenaga pendidik. Pasalnya, Dika memiliki kemampuan di bidang mengajar dan dia adalah mahasiswa jurusan Sejarah di UNJ.
"Saya tetap tidak bersedia (di perpustakaan)," kata Dika, Kamis (19/1).
Dia mengaku akan terus memperjuangkan nasibnya sebagai guru sejarah di sekolah itu. Alasannya, kata Dika, murid-muridnya memerlukan dirinya. Dikatakan bahwa sistem pembelajaran yang diterapkannya disenangi banyak siswa. Dirinya tidak menerapkan sistem ulangan namun nilai ulangan diambil dari tugas rutin.
"Ini soal alih bahasa saja. Saya ingin mereka tidak stres ketika mendengar kata ulangan. Padahal ulangan itu ya mengulang dari tugas," ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan lulusan Sekolah Masjid Terminal (Master) Depok itu, dirinya tidak menyalahi aturan. Pasalnya, dia sudah memenuhi standar kompetisi belajar. Dia mengakui bahwa kerap memberikan pelajaran melalui media visual.
"Filmnya pun untuk membangkitkan semangat mereka, bukan film macam-macam," tegasnya.
Dirinya mengaku tidak tahu mengapa sekolah tiba-tiba memindahkan dirinya di bagian perpustakaan. Padahal guru untuk bidang studi di sekolah itu masih kosong. Dia akan terus berupaya agar keadilan terhadap dirinya bisa terwujud.
"Saya menolak ditempatkan di perpustakaan," pungkasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya