Gunung penyimpan harta karun kini kumuh

Rabu, 4 April 2012 14:35 Reporter : Parwito
Gunung penyimpan harta karun kini kumuh Koin kuno di Semarang. merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Ratusan warga yang tinggal di sekitar Sungai Mbanjar di Dusun Ngreco, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang dulu berprofesi sebagai pendulang emas. Fakta ini seakan-akan berhubungan dengan penemuan harta karun di desa sekitar oleh beberapa warga yang kini masih misteri dan harus ditelusuri oleh pemerintah.

Profesi pendulang emas ini, dari hasil informasi yang dihimpun merdeka.com, warga dulu sering berbondong-bondong menuju ke Sungai Mbanjar. Sungai itu alirannya ke Rawa Pening. Rawa yang diyakini warga sampai saat ini berkaitan dengan sejarah legenda tentang cerita rakyat Baru Klinting.

Di sungai Mbanjar inilah dulu puluhan warga berbondong-bondong mendatangi sungai yang berhulu di Gunung Payung tersebut. Warga menyakini di sekitar gunung itu tersimpan harta karun berupa emas.

"Saya sendiri bersama Pak Muslih sudah ada kalau kurang lebih berprofesi sebagai pendulang emas sekitar 20 tahunan. Dulu memang banyak warga sini yang mendulang emas sebagai profesi sehari-hari," kata Muslih, Rabu(4/4).

Warga sekarang ini tidak lagi menjadi pendulang emas. Sebab, lingkungan di sekitar Gunung Payung bersebelahan dengan Gunung Rong di Desa Lopait, Kecamatan Tuntang ini sudah rusak. Kedua gunung ini juga berdampingan dengan gunung Merbabu yang sering terbakar bila musim kekeringan tiba.

"Lingkunganya mungkin karena sudah rusak, banyak mata air berupa sendang yang sudah mati tidak terawat. Akibatnya aliran sungai jadi kotor dan emas yang dulu sering didapat dari mendulang emas di Sungai Mbanjar tidak ada lagi," tutur Muslih.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Taslim, warga lainya. Akibat ulah tangan jahil manusia seperti membangun rumah di sekitar sungai dan membuang sampah sembarangan, warga sekitar kehilangan profesinya sebagai pendulang emas.

"Kalau dulu masih bagus. Bahkan saat mendulang emas di sela-sela mendulang emas warga menemukan benda-benda aneh seperti koin kuno, cincin dalam bentuk tembaga atau besi tua, sendok garpu kuno peninggalan kerajaan. Tapi sekarang mungkin masih ada dan diyakini warga menumpuk di Gunung Payung itu," jelas Taslim. [has]

Topik berita Terkait:
  1. Harta Karun
  2. Harta Karun Cirebon
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini