Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gunawan Maryanto alami pertarungan batin perankan Wiji Thukul

Gunawan Maryanto alami pertarungan batin perankan Wiji Thukul Gunawan Maryanto. ©2017 Merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Gunawan Maryanto sempat dalam pertarungan batin saat mendapatkan tawaran memerankan sosok Wiji Thukul dalam film Istirahatlah Kata-Kata. Alasannya, Wiji Thukul bukan orang biasa, tetapi sosok yang jauh sudah dikenalnya sejak masa kuliah.

Karya Wiji Thukul, kendati tidak banyak dikenal di dunia sastra Indonesia. Tetapi bagi Gunawan Maryanto, kedahsyatan kata-katanya tidak terbantahkan.

"Saya penyair, sebagai penyair saya dilahirkan oleh penyair-penyair sebelumnya, di antaranya Wiji Thukul," tegas Gunawan Maryanto di Malang, Sabtu (4/2).

Gunawan mulai mengenal nama Wiji Thukul saat kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Saat itu suasana kampus sudah mulai diramaikan oleh desakan yang meminta Orde Baru untuk mundur.

Pergulatan dengan dunia sastra, kemudian mengantarkannya mengenali karya-karya puisi Wiji Thukul. Sepak terjang dan karyanya semakin kuat memberikan pengaruhi dalam kehidupan Gunawan.

"Sosok Wiji Thukul menjadi seorang penyair dan aktivis yang saya hormati, dan saya kagumi," katanya.

Film Istirahatlah Kata-Kata merupakan film biopic Wiji Thukul yang diproduksi secara independen. Turut membintangi film bersetting 1997 itu artis Melanie Soebono.

Selama pemutaran di Malang, Istirahatlah Kata-Kata mendapat sambutan antusias oleh penonton. Sebanyak 786 terjual, dalam pembelian secara online.‬ Sementara secara dari sejak awal dirilis, film tersebut sudah ditonton sekitar 48 ribu orang.‬

Menurut Gunawan, kehadiran film Istirahatlah Kata-Kata juga melalui proses yang panjang. Jauh sebelum kehadiran dalam bentuk film, para aktivis telah mendorong untuk menghidupkan Wiji Tukul.

Diskusi-diskusi yang panjang dan melelahkan menjadi kisah yang tak terlupakan. Karya-karyanya dibacakan di berbagai podium, termasuk kemudian diterbitkan dalam bentuk buku.

"Ini bukan sekadar membuat film hiburan. Bukan sekadar mengikuti trend membuat film biopic. Film ini dibuat bersama-sama banyak lembaga. Ini bukan produk komersil, tapi gerakan bersama yang out putnya bukan film ini saja, tapi lebih banyak lagi," ungkapnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP