Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gugus Tugas Covid-19 Sumsel Kritisi Kebijakan Kelonggaran Transportasi

Gugus Tugas Covid-19 Sumsel Kritisi Kebijakan Kelonggaran Transportasi aksi unik pemudik. ©2020 Merdeka.com/twitter SemarangTalks

Merdeka.com - Gugus Tugas Covid-19 Sumatera Selatan mengkritisi kebijakan kelonggaran transportasi yang dikeluarkan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan. Kebijakan ini dianggap mempersulit usaha memutus rantai penyebaran virus corona di daerah.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel Yusri menilai, kelonggaran transportasi belum perlu dilakukan di tengah masifnya penyebaran Covid-19. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen memperketat akses masuk ke provinsi itu untuk mencegah penularan wabah.

"Meski ada kelonggaran transportasi, akses masuk Sumsel tetap kita perketat, tidak ada yang berubah, kita sudah komitmen dalam pencegahan dan percepatan penanganan Covid-19," tegas Yusri, Sabtu (9/5).

Diakuinya, kelonggaran transportasi dikecualikan untuk petugas keamanan, pertahanan, kesehatan atau orang yang memiliki kepentingan mendadak seperti keluarga (orang tua) sakit atau meninggal dunia.

Masyarakat yang bepergian ke luar kota juga harus mengantongi surat tugas dan dinyatakan sehat dari tes swab melalui metode polymerase chain reaction (PCR).

"Namun itu tidak bisa juga dilakukan secara mendadak karena hasil tes tidak bisa langsung keluar, perlu dipikirkan lagi untuk terminal. Kami juga pusing itu," ujarnya.

Dalam menangani wabah ini, kata dia, diperlukan keseriusan dari berbagai pihak baik pemerintah, instansi vertikal, pemuka agama hingga masyarakat. Sebab, upaya pencegahan tak bisa hanya dilakukan oleh Gugus Tugas yang dipercaya pemerintah setiap daerah jika tanpa didukung pihak lain yang turut berpengaruh besar.

"Covid-19 ini tidak akan mampu dihadapi jika kita tidak bekerjasama," tegasnya.

Senada disampaikan Zen Ahmad yang juga juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel. Menurut dia, masyarakat harus terus mentaati anjuran dan imbauan pemerintah karena perkembangan Covid-19 semakin cepat. Hari ini saja terdapat 51 penambahan pasien positif di Sumsel yang mayoritas kasus penularannya dari transmisi lokal.

"Kalau memang tidak perlu, jangan keluar rumah. Jika pun mendesak, upayakan jaga jarak, memakai masker dan hindari kerumunan massa. Dengan begitu, kita dapat meminimalisir terjadinya penularan," sarannya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP