Gubernur Sumsel Instruksikan Daerah Simulasi Sebelum Belajar Tatap Muka Dimulai

Sabtu, 21 November 2020 23:02 Reporter : Irwanto
Gubernur Sumsel Instruksikan Daerah Simulasi Sebelum Belajar Tatap Muka Dimulai Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru Meninjau Suasana Bandara. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menginstruksikan pemerintah kabupaten dan kota menggelar simulasi sebelum pembelajaran tatap muka (PTM) yang dijadwalkan dimulai awal 2021. Kesiapan sekolah harus dipastikan terlebih dahulu agar mencegah penyebaran Covid-19.

"Saya kira perlu ditindaklanjuti dengan simulasi dan persiapan matang, waktu sebulan yang tersisa bisa dimaksimalkan," ungkap Deru, Sabtu (21/11).

Menurut dia, perlu kesepahaman antara semua pihak dalam menerapkan Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri (SKB 4 Menteri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021. PTM jangan sampai justru menjadi klaster baru penularan corona.

"Prasarana dan sarana harus dilengkapi, protokol kesehatan diperketat," ujarnya.

Sebenarnya, kata Deru, Sumsel sudah cukup kondusif menggelar PTM karena tak ada lagi daerah yang berstatus zona merah Covid-19. Terlebih status zona kini tak lagi menjadi penentu penerapannya.

"16 Daerah masuk zona jingga dan hanya satu daerah zona kuning, tepatnya di Ogan Komering Ulu Selatan. Kalau pun masih jarak jauh, harus tetap difasilitasi," kata dia.

Sementara itu, ahli epidemiologi dari Universitas Sriwijaya Palembang Iche Andriany Liberty menilai PTM sulit terealisasi jika pandemi belum berakhir dan tanpa aturan yang ketat. Apalagi pelaksanaan vaksin massal belum dapat diprediksi.

"Jika pun tetap dilakukan idealnya berlakukan ganjil genap atau pembatasan kelas 50 persen," kata dia.

Menurut dia, 16 kabupaten dan kota di Sumsel masih berada di fase risiko sedang penyebaran corona. Belum lagi kasus aktif masih banyak dan mobilitas warga kembali tinggi.

"Saya sarankan jangan terburu-buru mengambil kebijakan yang berisiko. Semisal di Palembang, kendala sinyal atau perangkat tidak begitu menjadi masalah lagi, beda halnya di pesisir Pantai Timur Sumsel, sinyalnya susah, tapi prokes tetap diperketat," ujarnya.

Sementara bagi siswa SMK yang memerlukan praktek, ada baiknya dikomunikasikan antara sekolah, komite, dan orang tua agar bisa kegiatan tetap berlangsung namun tanpa berdampak negatif bagi siswa.

"Semuanya harus dipikirkan bersama karena anak-anak rentan tertular, mereka bisa saja pinjaman masker, mobilitas tinggi. Praktik digelar tetapi kesehatan anak-anak terjamin," katanya. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini