Goyang Pantura ala pemudik demi hindari jalan tambal dan berlubang
Merdeka.com - Arus balik Lebaran di jalan utama Pantura Subang-Karawang dari arah Jateng mengarah ke Jakarta pada Senin (18/6) siang terpantau ramai lancar. Kendaraan pemudik balik mendominasi jalanan selain para pengguna kendaraan lokal.
Pemudik motor melaju kencang di lajur kiri. Dengan leluasa menguasai jalur Pantura. Seperti bergoyang, pemudik motor meliuk ke kanan dan kiri. Ini dilakukan karena kondisi jalan Pantura yang berlubang dan dipenuhi tambal sulam. Mereka menghindari jalan yang kurang mulus.
Tambalan aspal lebih tinggi dari permukaan jalan. Sehingga membuat jalan tidak rata. Sehingga guncangan laju kendaraan sangat terasa dan membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati mengontrol laju kendaraan .
Salah seorang pengendara asal Kebumen Jateng Sigit (44) mengatakan arus balik masih kondisi lancar tidak ada kemacetan dan untuk memacu kendaraan juga bisa maksimal.
"Saya dari Kebumen itu sekitar jam 07.00 Wib dan semua masih lancar, cuma tadi di Bumiayu Jateng yang sedikit terkendala," katanya.
Dia bisa memacu kendaraannya dengan maksimal karena memang tidak ada kemacetan. Namun kondisi jalan Pantura membuatnya harus bergoyang ke kanan dan kiri.
"Goyangan panturanya yang membuat laju kendaraan harus berleok ke kanan dan kekiri," katanya.
Pemudik asal Banjarnegara, Mahfuda (21) menceritakan perjalanannya di Pantura mulai dari Losari, Gebang sampai dengan Kota Cirebon lancar hingga memasuki Subang dan Karawang.
"Belum ada kemacetan kalau Pantura ramai lancar," tutur Mahfuda.
Jalur Pantura Subang-Karawang masih ramai kendaraan roda dua dan juga ada beberapa kendaraan roda empat yang menuju Jakarta dan sekitarnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya