Gofur tahu 3 keluarganya korban kebakaran gudang mercon usai ditelepon teman
Merdeka.com - Gofur (32), terpaksa harus izin bekerja sebagai sopir truk pada sebuah perusahaan di Tegal. Keputusan itu diambilnya lantaran harus menunggu adik iparnya, Anggi, yang menjadi korban ledakan dan kebakaran gudang kembang api di kawasan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Terhitung sudah seminggu Gofur, menemani Anggi (18), yang harus dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang. Anggi, bukan satu-satunya anggota keluarga besar Gofur yang menjadi korban dalam peristiwa merenggut 50 nyawa itu. Bahkan adik iparnya, Deni, nyawanya tak tertolong. Sementara kerabat lainnya Muhamad Taneri, nyawanya masih bisa tertolong.
"Terpaksa harus izin, karena ada tiga anggota keluarga saya yang menjadi korban. Untungnya bos ngertiin," kata Gofur saat ditemui di RSUD Tangerang, Kamis (2/11).
Gofur berada di RSUD Kabupaten Tangerang sejak Kamis (26/10). Dia mengaku pertama kali mengetahui tiga anggota keluarga menjadi korban ledakan gudang kembang api dari teman.
"Jadi ada teman-teman saya satu kampung yang menelepon. Mereka mengabari keluarga kalau semua keluarga saya yang kerja di pabrik itu jadi korban. Kalau Deni adik ipar saya meninggal saat kejadian, Muhamad Taneri sudah pulang, sekarang saya tinggal menjaga Anggi, adik bungsunya," ujar dia.
Meski seminggu meninggalkan pekerjaanya, Gofur mengaku, kedua anak dan istrinya sudah dia berikan bekal. Beruntung pihak BPJS juga memberinya uang sebesar Rp 1 juta yang diberikan khusus bagi pihak keluarga yang menjaga korban ledakan.
"Ya tidak ada penghasilan, tapi alhamdulillah kemarin dapat santunan dari BPJS senilai Rp 1 juta khusus untuk yang menunggu pasien," katanya.
Selain itu, dia mengaku juga diberikan bantuan makan sebanyak 3 kali per hari oleh perusahaan kembang api. "Kalau bantuan lainnya belum ada, baru itu saja dari BPJS dan perusahaan hanya memberikan makan buat yang nunggu," ucap dia.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya