Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memastikan pemerintah akan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi warga yang terluka akibat gempa bumi di Poso, Sulawesi Tengah. Jaminan ini diberikan langsung saat Gibran mengunjungi pasien yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Poso.
Kunjungan Gibran dilakukan menyusul gempa berkekuatan 5,8 magnitudo yang mengguncang Poso pada Minggu pagi, 17 Agustus lalu. Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan para korban mendapatkan perawatan terbaik.
Gibran menegaskan bahwa seluruh pasien dapat pulih sepenuhnya tanpa perlu khawatir mengenai beban biaya. Hal ini disampaikan langsung kepada salah satu korban yang mengungkapkan rasa terima kasihnya atas jaminan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Dalam kunjungannya ke RSUD Poso, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara langsung menyampaikan jaminan pemerintah terkait biaya medis. Ia memastikan bahwa setiap pasien korban gempa Poso yang dirawat di fasilitas kesehatan tersebut tidak akan dibebani biaya.
"Ibu cukup istirahat saja, biar semua biaya pengobatan kami yang menanggung," ujar Gibran kepada salah satu korban gempa. Pernyataan ini memberikan kelegaan besar bagi para pasien dan keluarga yang sedang menghadapi musibah.
Setibanya di rumah sakit, Gibran disambut hangat oleh pasien, staf medis, dan warga sekitar. Banyak yang antusias menyapa dan meminta berfoto bersama, permintaan yang dengan senang hati dilayani oleh mantan Wali Kota Solo ini.
Advertisement
Mengenakan kemeja putih polos dan masker hijau, Gibran berkeliling koridor rumah sakit. Ia menyempatkan diri untuk mengecek kondisi pasien yang sedang beristirahat di ruang rawat inap, menunjukkan empati dan perhatian langsung terhadap para korban.
Advertisement
Sebelum mengunjungi fasilitas kesehatan, Gibran juga meninjau posko darurat bencana yang didirikan di lapangan sepak bola Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan. Peninjauan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi pengungsian dan kebutuhan para korban gempa Poso.
Selain itu, Wakil Presiden juga menyambangi Sekolah Dasar Negeri Tangkura 1. Kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut terpaksa dihentikan sementara karena mengalami kerusakan parah akibat guncangan gempa.
Kerusakan infrastruktur akibat gempa Poso menjadi perhatian utama pemerintah. Langkah-langkah penanganan dan rehabilitasi akan segera dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Advertisement
Komitmen pemerintah tidak hanya terbatas pada penanganan medis, tetapi juga pada pemulihan fasilitas publik dan penampungan sementara bagi warga yang terdampak. Hal ini menunjukkan keseriusan dalam penanganan pascabencana.
Advertisement
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 melanda Poso pada pukul 05.36 waktu setempat. Pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer, yang menyebabkan dampak signifikan.
Hingga Kamis pagi, gempa utama tersebut diikuti oleh 137 gempa susulan. Frekuensi gempa susulan ini menunjukkan aktivitas seismik yang cukup tinggi di wilayah Poso, memerlukan kewaspadaan lebih lanjut.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, setidaknya 433 orang terdampak gempa. Angka ini mencakup 31 lansia, 23 anak-anak, dan lima penyandang disabilitas, menunjukkan kerentanan kelompok tertentu.
Advertisement
Data BPBD Poso juga mencatat kerusakan pada 172 rumah yang mengalami kerusakan ringan dan 82 rumah rusak berat. Selain itu, 10 sekolah terdampak, dengan satu di antaranya mengalami kerusakan parah, mengganggu proses pendidikan.
Sumber: AntaraNews