Gibran dan KAI Commuter Luncurkan 1.000 Kartu Multi Trip Edisi Khusus Solo

Jumat, 9 April 2021 01:30 Reporter : Arie Sunaryo
Gibran dan KAI Commuter Luncurkan 1.000 Kartu Multi Trip Edisi Khusus Solo Gibran saat peluncuran KMT Edisi Khusus Solo. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter menerbitkan Kartu Multi Trip (KMT) edisi khusus Solo. Kartu tematik ini menyusul KMT edisi khusus Yogyakarta yang sudah lebih dulu diterbitkan untuk pembayaran layanan KRL.

Peluncuran KMT edisi khusus Solo dilakukan Wali Kota Gibran Rakabuming Raka di Stasiun Solo Balapan, Kamis (8/4). Putra Presiden Joko Widodo itu meluncurkannya bersama EVP Daerah Operasi VI Yogyakarta PT KAI Asdo Atrivianto dan Direktur Utama KCI Mukti Jauhari .

"Bersamaan dengan antusiasme pengguna KRL yang terus meningkat, KAI Commuter meluncurkan 1.000 Kartu Multi Trip (KMT) edisi khusus Solo. KMT ini resmi dijual mulai Kamis (8/4) siang di seluruh stasiun KRL lintas Yogyakarta-Solo Balapan. KMT edisi khusus Solo dijual dengan harga Rp 30.000, sudah termasuk saldo Rp 10.000," ujar Direktur Utama KCI Mukti Jauhari.

Menurut Mukti, KMT edisi khusus ini menggunakan unsur landmark Kota Solo dengan mengangkat suasana lokal yang penuh makna. Pilihan warna merepresentasikan dua unsur sejarah yang tak lepas dari Kota Solo, yaitu biru mewakili Kraton Kasunanan Surakarta dan hijau-kuning mewakili Kraton Mangkunegaran.

"Bagi pengguna KRL yang ingin mengetahui sejarah KMT dalam berbagai edisi khusus dapat melihat display KMT di 6 stasiun," jelasnya.

Keenam stasiun itu adalah Stasiun Yogyakarta yang menampilkan display KMT antara lain edisi saat pertama kali terbit, Stasiun Lempuyangan yang menampilkan display KMT edisi Save Our Earth, Stasiun Maguwo yang menampilkan display KMT edisi HUT KAI Commuter dan co- branding, Stasiun Klaten yang menampilkan display KMT edisi Asian Games, Stasiun Purwosari yang menampilkan display KMT edisi The Tale of Karel, dan Stasiun Solo Balapan yang menampilkan display KMT edisi Solo.

"Hadirnya KRL membawa sejumlah perubahan dalam budaya angkutan perkotaan di wilayah Solo, Yogyakarta, dan sekitarnya. Salah satunya dengan bertransaksi nontunai menggunakan KMT atau kartu uang elektronik ini," jelasnya.

Dia mengatakan, KCI sangat mendukung transaksi cashless ini karena dapat dikembangkan memanfaatkan teknologi. Saat ini misalnya, telah tersedia layanan cek saldo KMT langsung dalam genggaman para pengguna dengan memanfaatkan aplikasi KRL access dan ponsel dengan teknologi NFC.

"Selanjutnya tentu akan kami kembangkan fitur-fitur misalnya pengisian saldo KMT cukup melalui ponsel," jelas Mukti.

KMT edisi khusus Solo dijual Rp 30.000 sudah termasuk saldo Rp 10.000. Kartu ini dapat dibeli di 11 stasiun pemberhentian dan naik sepanjang Solo-Yogyakarta.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyampaikan, KRL menjadi daya tarik bagi masyarakat Solo karena lebih nyaman dan ramah lingkungan.

"Dengan naik KRL Solo-Yogyakarta bisa ditempuh 68 menit. Saya tidak mempersulit warga naik kereta untuk beraktivitas atau bepergian, dengan syarat harus mematuhi protokol kesehatan," ucapnya.

Gibran berharap dengan beroperasinya KRL bisa membantu mempercepat pemulihan ekonomi khususnya untuk warga Solo. Selain itu, dengan naik KRL harapannya akan mengurangi kemacetan di jalan raya. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini