Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Getek karam, ibu tewas setelah selamatkan anak yang tenggelam.

Getek karam, ibu tewas setelah selamatkan anak yang tenggelam. Ilustrasi Mayat. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - Seorang ibu tewas akibat getek yang ditumpanginya terbalik setelah ditabrak kapal ponton. Peristiwa itu terjadi di aliran sungai Pegayut, tepatnya di Jembatan Ogan II, Desa Pegayut, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Jumat (9/12) pagi.

Korban bernama Rasmiati (37), warga Desa Babatan, Pemulutan, yang jenazahnya kini dibawa ke rumah sakit di Palembang. Informasi yang dihimpun, musibah itu bermula saat korban bersama lima penumpang lain termasuk anaknya hendak menuju Palembang untuk bekerja melalui jalur air karena sejumlah jalan darat di kampungnya terendam air.

Tepat di lokasi kejadian, kapal ponton yang tak bermuatan dengan kecepatan tinggi menabrak getek yang ditumpangi korban dari samping. Sontak, getek tersebut terbalik dan seluruh penumpang masuk air.

Korban yang mengetahui anaknya, Rika Lestari (6,5) tenggelam, mencoba menyelamatkannya. Usaha korban berhasil.

Namun, justru korban kehabisan tenaga sehingga akhirnya tewas tenggelam. Tak lama kemudian, datang getek lain yang kebetulan melintas dan menyelamatkan para korban.

"Getek itu ditabrak ponton, saya menolong empat orang. Sedangkan ibu yang meninggal itu habis menyelamatkan anaknya, mungkin habis tenaga dan napas," ungkap saksi mata, Gunadi di RS Bari Palembang, Jumat (9/12).

Suami korban, Darmawan (38) mengaku sempat mendapatkan firasat buruk saat istrinya hendak bekerja. Dia sudah mengingatkan agar korban membatalkan niatnya ke Palembang karena sungai sedang banjir.

"Banjir sudah tiga hari ini, jalan darat tak bisa dilewati, makanya istri saya berangkat pakai getek. Saya ingatkan naik mobil saja, tetapi ini kejadiannya," kata dia.

Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir AKBP Arief Rifai mengatakan, kecelakaan air di daerah itu sangat rawan terjadi. Sebab, sungai sedang tinggi dan deras lantaran menjadi pertemuan banyak anak sungai di Sumsel ketika musim hujan. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP