Geram Busyro Muqoddas Peneror Diskusi UGM Catut Nama Muhammadiyah Klaten
Merdeka.com - Nama Muhammadiyah Klaten dicatut seseorang yang meneror panitia penyelenggara diskusi bertajuk 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan'. Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqoddas, angkat bicara.
Busyro menyebut pencatutan nama Muhammadiyah adalah cara-cara ecek-ecek atau cara PAUD dalam melakukan teror. Busyro menerangkan, masyarakat tahu jika Muhammadiyah merupakan organisasi yang memiliki konsen pada bidang pendidikan.
Sebagai bukti, Busyro mengungkapkan bahwa Muhammadiyah mempunyai 15.000 sekolah. Sekolah tersebut tersebar dari level PAUD hingga Perguruan Tinggi.
"Cara yang level PAUD. Tidak hanya TK tapi PAUD. Jadi dengan membawa nama Muhammadiyah Klaten. Itu cara-cara PAUD yang menunjukkan kerja ecek-ecek," ujar Busyro di UII, Sabtu (30/5).
"Sudah teror pertama (kepada Guru Besar UII) ecek-ecek. Teror kedua (kepada keluarga panitia) ecek-ecek," sambung Busyro.
Busyro menilai bahwa intimidasi yang ditujukan kepada guru besar UII, Ni'matul Huda, sudah masuk kategori teror. Busyro menyebut teror yang dilakukan tak hanya dilakukan secara verbal namun sudah mengarah ke fisik yaitu bangunan rumah milik Ni'matul.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya