Gencarkan Literasi Al Quran Jambi, Pemprov Jambi Latih Guru Agama Metode Cepat Baca Al Quran

Pemerintah Provinsi Jambi melalui TP PKK gencar tingkatkan Literasi Al Quran Jambi dengan melatih guru agama SMA/SMK metode cepat baca Al Quran, berantas buta aksara Al Quran.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gencarkan Literasi Al Quran Jambi, Pemprov Jambi Latih Guru Agama Metode Cepat Baca Al Quran
Pemerintah Provinsi Jambi melalui TP PKK gencar tingkatkan Literasi Al Quran Jambi dengan melatih guru agama SMA/SMK metode cepat baca Al Quran, berantas buta aksara Al Quran. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Jambi menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas keagamaan masyarakat dengan menggencarkan program Literasi Al Quran Jambi. Melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), pelatihan metode cepat baca Al Quran kini menyasar para guru agama di tingkat SMA dan SMK di wilayah tersebut. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat fondasi keagamaan sejak dini.

Pelatihan inovatif ini berlangsung di Kota Sungai Penuh pada Sabtu, 4 Juli, dengan fokus pada metode yang memungkinkan peserta membaca Al Quran dalam 30 menit. Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hesnidar Al Haris, menekankan pentingnya metode yang tepat untuk keberhasilan pembelajaran. "Kita hadir untuk membangkitkan semangat gerakan belajar Al Quran, pelatihan kali ini diberikan kepada guru tingkat SLTA," kata Hesnidar Al Haris di Kota Sungai Penuh. Metode ini dirancang agar materi lebih mudah dipahami dan diingat oleh para peserta.

Langkah strategis ini bukan hanya sekadar pelatihan, melainkan bagian integral dari upaya pemerintah memberantas buta aksara Al Quran di tengah masyarakat. Dengan membekali guru agama, diharapkan mereka dapat menularkan teknik pengajaran efektif ini kepada siswa. Ini sekaligus mendorong pola pembinaan berkelanjutan di tingkat keluarga dan komunitas, memastikan setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk belajar membaca Al Quran.

Hesnidar Al Haris, Ketua TP PKK Provinsi Jambi, menyatakan bahwa keberhasilan belajar Al Quran sangat dipengaruhi oleh metode yang tepat sehingga materi lebih mudah dipahami dan diingat. Melalui pembelajaran yang ditularkan oleh narasumber dan fasilitator, para peserta diharapkan dapat menerapkan teknik pengajaran secara langsung di sekolah masing-masing.

Upaya ini bertujuan untuk memperkuat akses pembelajaran Al Quran di tingkat keluarga dan komunitas, sekaligus mendorong pola pembinaan yang berkelanjutan. Inisiatif ini memastikan setiap anak dan anggota keluarga memiliki kesempatan belajar membaca ayat suci dengan metode yang efektif dan menyenangkan. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk belajar membaca Al Quran.

Pembelajaran metode itu sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberantas buta aksara Al Quran di tengah masyarakat. Dengan pendekatan yang terstruktur dan mudah diakses, diharapkan tidak ada lagi hambatan bagi masyarakat Jambi untuk memahami dan membaca kitab suci mereka. Program ini menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas keagamaan di wilayah tersebut.

Pelatihan Literasi Al Quran Jambi ini memperkenalkan metode belajar mandiri "30 menit bisa membaca Al Quran" yang dikenal cepat, mudah, dan praktis. Metode inovatif ini merupakan karya Achmad Farid Hasan, seorang pendidik sekaligus pencipta metode cara cepat membaca Al Quran yang telah terbukti efektivitasnya. Pendekatan ini memungkinkan pembelajaran Al Quran menjadi lebih efisien dan menyenangkan bagi semua kalangan.

Hesnidar Al Haris menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan lima pilar pembangunan daerah, salah satunya adalah "Pro Jambi Agamis". Pilar ini berfokus pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan moralitas di masyarakat Jambi. Dengan adanya program ini, Pemerintah Provinsi Jambi berupaya menciptakan lingkungan yang lebih religius dan berbudaya Al Quran.

"Pelatihan ini diharapkan memberi keterampilan praktis kepada guru agama agar dapat menularkan metode pembelajaran cepat kepada siswa, sehingga kecintaan dan kemampuan membaca Al Quran meningkat secara merata di seluruh provinsi," kata Hesnidar. Hal ini menunjukkan harapan besar terhadap peran guru agama sebagai agen perubahan dalam meningkatkan Literasi Al Quran Jambi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi