Gempa di NTB, 2 siswa SMP meninggal usai tertimpa bangunan
Merdeka.com - Dua siswa SMPN 3 Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) meninggal dunia karena tertimpa bangunan saat terjadi gempa 6,4 Skala Richter, Minggu pagi.
"Dari informasi yang kita dengar dari warga mereka meninggal tertimpa bangunan rumahnya saat gempa terjadi. Jadi bukan meninggal karena di sekolah," terang salah seorang guru SMPN 3 Sambelia, Juned Bangkit Wahyu Laksono saat ditemui di Lombok Timur, Senin (30/7).
Ia mengungkapkan, dua siswa yang meninggal tersebut merupakan siswa kelas VII, berinisial BN dan SL.
"Kedua almarhumah langsung di makamkan pihak keluarga pada Minggu sore," ujarnya.
Menurutnya, saat ini kondisi SMPN 3 Sembelia 85 persen rusak parah akibat gempa. Mulai ruang guru, kepala sekolah, ruang kelas, hingga tembok sekolah ikut roboh.
"Makanya sekarang siswa kita liburkan. Belum tahu sampai kapan baru bisa aktif sekolah, karena memang seluruh bangunan sekolah sudah tidak bisa digunakan lagi," jelasnya.
Pantauan di SMPN 3 Sambelia, kondisi sekolah dalam kondisi rusak parah. Di sejumlah ruangan atap-atap ruang kelas maupun guru sudah roboh dan dalam kondisi berserakan, karena tertimpa plafon yang ambruk dan genteng yang terjatuh.
Bahkan, kaca-kaca ruang kelas juga pecah dan tembok pagar sekolah ikut roboh.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 16 orang.
"Jumlah korban meninggal dunia yang dilaporkan hingga pukul 20.00 WITA sebanyak 16 orang," kata Kepala BPBD NTB Mohammad Rum.
Korban meninggal dunia di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, sebanyak sembilan orang, yakni Papuk Bambang (60), Zahra (3), Adiatul Aini (27), Herniati 35), Firdaus (7), Mapatul Akherah (7), Baiq Nila Wati (19), Herli (9), dan Fatmirani (27). Sedangkan di Kecamatan Sembalun, atas nama Inak Marah (80).
Sementara korban meninggal dunia di Kabupaten Lombok Utara, sebanyak empat orang, yakni Juniarto (8), Rusdin (34), Sandi (20), dan Nutranep (13).
Ada juga dua orang wisatawan meninggal dunia, yakni Siti Nur Ismawida (30), warga Malaysia yang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan tembok rumah warga Sembalun tempatnya menginap. Selain itu, Muhammad Ainul Muksin, asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang tewas tertimpa material longsor di jalur pendakian Gunung Rinjani. Dikutip dari Antara.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya