Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gelar Aksi Bersama PMI Solo, Kopral Bagyo Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma

Gelar Aksi Bersama PMI Solo, Kopral Bagyo Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Kopral Bagyo ajak donor plasma konvalesen. ©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Kopral Kepala Cpm (Purn) Partika Subagyo Lelono atau lebih dikenal dengan Kopral Bagyo mengajak para penyintas Covid-19 agar mau melakukan donor plasma konvalesen. Aksi tersebut dilakukan bersama sejumlah pengurus Palang Merah Indonesia (PMI), pasukan Rambo PMI dan sejumlah mahasiswa Politeknik Akbara di depan markas PMI Solo, Jalan Kol. Sutarto, Jumat (15/1).

Sejumlah poster dibentangkan dalam aksi tersebut. Diantaranya berbunyi, 'Gencarkan Gerakan Donor Plasma Konvalesen', 'Jangan Takut Suntik Vaksin Demi Kesehatan', 'Selamatkan Nyawa Penderita Covid-19 dengan Donor Plasma Konvalesen, dan lainnya.

"Kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang donor plasma. Kami juga mengajak masyarakat yang pernah terpapar Covid-19 agar tidak takut untuk melakukan donor plasma konvalesen," ujar Bagyo.

Menurut relawan PMI Solo itu, donor plasma perlu digencarkan kepada masyarakat umum, karena banyak yang belum paham. Selain itu pihaknya juga mengajak masyarakat agar tidak takut untuk melakukan suntik vaksin serta tetap menerapkan protokol kesehatan dengan cara 3M untuk menekan penyebaran Corona.

Kepala Markas PMI Kota Solo Agus Setyo Utomo menyampaikan, pihaknya selalu melakukan kampanye terkait plasma konvalesen, agar penyintas mau mendonorkan darahnya melalui donor plasma konvalesen.

"Ini sangat bermanfaat sekali untuk pasien-pasien Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit. Kami betul betul menghimbau kepada masyarakat untuk bisa mendonorkan darahnya, Terutama bagi yang sudah pernah terkena Covid-19," kata Agus.

Agus menilai, masyarakat Solo terutama para penyintas belum memiliki kesadaran untuk mendonorkan plasma darahnya. Sehingga antara kebutuhan dengan ketersediaan darah sangat tidak sebanding.

"Sampai hari masih ada antrian 60 orang penderita. Kami bingung, siapa yang akan mendonorkan darah. Kita mencari data sampai mengerahkan relawan di semua kelurahan-kelurahan. Tapi sampai saat ini belum maksimal," tandasnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP