Proses sterilisasi Blok B, Rusunawa Wonocolo, Kecamatan Taman, Sidoarjo pascaledakan pada Minggu malam kemarin, masih berlangsung. Hari ini, sekitar 1,5 jam Tim Jihandak Gegana Polda Jawa Timur terus bekerja melakukan sterilisasi ke semua sisi bangunan Blok B.
Tim yang terdiri dari 5 anggota itu hingga saat ini masih melakukan proses sterilisasi dari serpihan dan bahan ledakan bom berasal dari lantai 5, Blok B, nomor 2, milik terduga teroris Anton Ferdiantono, pada Minggu (13/5) malam.
Warga penghuni yang menempati Blok B berharap proses sterilisasi itu segera selasai. "Kami berharap agar segera selesai," kata Pungky Yamuarto, ketua RT Blok B, kepada merdeka.com, ketika ditemui di Aula Blok A Rusunawa, Senin (14/5).
Pungky mengaku, warga penghuni Rusunawa Blok B hingga saat ini tetap sabar menunggu petugas dalam proses sterilisasi dari bahan peledak di tempat yang mereka tempati. "Kita tetap sabar menunggu," ucapnya.
Meskipun, lanjut dia, penghuni Blok B hampir sehari tidak bisa ganti pakaian, bahkan memegang uang. "Baju kami kan di dalam rusun, mulai kemarin makan dan malam ini kan dilarang masuk, karena proses sterilisasi," ungkapnya.
"Kalau orang-orang dewasa tidak masalah, kami kasihan anak-anak kecil," tambahnya.
Selama proses sterilisasi warga penghuni rusun terpaksa mengungsi di Aula Blok A, yang masih diperbolehkan untuk ditempati. "Ada yang di aula, ada juga yang pulang ke keluarganya bagi yang punya keluarga di sini," ungkap dia.
Kepala UPT Rusunawa Wonocolo, Budiharto, mengatakan penghuni Rusunawa di Blok B yang terdiri dari 5 lantai dan dihuni 91 KK dari 99 unit rusun yang ada. Mereka, ungkap dia, untuk sementara diungsikan di Aula Blok A.
"Ada juga yang memilih tidur di rumah warga sekitar," ucapnya.
Untuk konsumsi makan selama diungsikan, Budi mengungkapkan, mendapat bantuan dari Dinas Sosial Sidoarjo. "Makan siang tadi dapat bantuan makan siang," ungkapnya.
Sedangkan untuk makan malam dan sarapan pagi mereka terpaksa mengambilkan dari kas iuran bulanan.
Kapolsek Taman AKP Samirin meminta warga agar bersabar sebentar karena proses sterilisasi sedang berlangsung. "Kami minta sabar sebentar karena ini masih proses sterilisasi, ini juga untuk keselamatan warga," ucapnya.