Garmin Run 2025 Angkat Isu Daur Ulang, PPLI Hadirkan Fasilitas Pengelolaan Limbah
Volume sampah di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, namun hanya sebagian kecil yang berhasil didaur ulang.
Volume sampah di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, namun hanya sebagian kecil yang berhasil didaur ulang. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis daur ulang agar limbah tidak menumpuk di TPA.
Untuk itu Ajang lari internasional Garmin Run Indonesia 2025 di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) bukan hanya menjadi perayaan olahraga, tetapi juga panggung kampanye lingkungan. Dengan mengusung tema Greener Garmin Run, acara ini menekankan pentingnya pengelolaan sampah dan praktik daur ulang.
PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) turut mendukung pelaksanaan kegiatan dengan menyiapkan fasilitas pengelolaan limbah di lokasi acara. Dua unit kontainer berkapasitas 16 m³ disediakan untuk menampung sampah domestik peserta, sementara tiga wheel bin khusus dipasang untuk limbah berbahaya seperti baterai, aerosol, dan e-waste.
“Kehadiran fasilitas ini memastikan setiap jenis limbah yang dihasilkan selama acara dapat ditangani sesuai kategorinya. Dengan begitu, seluruh kegiatan Garmin Run tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan tidak menimbulkan dampak lingkungan yang merugikan,” ujar Arum Tri Pusposari, perwakilan PPLI, Minggu (14/9).
Selain itu, pengumpulan dan pencatatan limbah didukung oleh platform digital untuk menjamin transparansi dan pengolahan yang terukur. Langkah ini sejalan dengan konsep reduce, reuse, recycle yang terus digencarkan pemerintah dalam menghadapi persoalan sampah nasional.
Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan lebih dari 30 juta ton sampah per tahun, namun hanya sekitar 11–12 persen yang berhasil masuk ke jalur daur ulang. Sisanya sebagian besar masih berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan risiko pencemaran lingkungan.
Melalui kolaborasi multipihak di Garmin Run 2025, isu keberlanjutan kembali ditegaskan: olahraga, kesehatan, dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan. Dukungan PPLI diharapkan menjadi contoh konkret peran industri dalam mendukung kegiatan publik yang ramah lingkungan sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli pada sampah daur ulang.