Gara-Gara Kabut Asap, Jam Masuk Sekolah di Sumsel Diundur

Selasa, 10 September 2019 20:31 Reporter : Irwanto
Gara-Gara Kabut Asap, Jam Masuk Sekolah di Sumsel Diundur Karhutla di Kalimantan Barat. ©Istimewa

Merdeka.com - Dinas Pendidikan Sumatera Selatan mengeluarkan kebijakan baru. Mulai besok, Rabu (11/9), jam masuk sekolah dimundurkan. Kebijakan ini diambil sebagai imbas dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di provinsi itu.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo mengatakan, kebijakan ini berlaku bagi seluruh SMA dan SMK, terutama yang berada di Palembang, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin. Waktu masuk diberlakukan mulai pukul 08.00 WIB dari waktu normal pukul 07.30 WIB.

"Barusan saja saya teken suratnya, segera disebar ke setiap SMA dan SMK. Jadi mulai besok kita berlakukan jam mundur masuk sekolah pukul 08.00 WIB," ungkap Widodo, Selasa (10/9).

Menurut dia, waktu jam masuk sekolah ini masih bersifat sementara. Jika kabut asap semakin pekat sehingga membahayakan kesehatan siswa, jam masuk sekolah dapat disesuaikan dengan situasi di setiap daerah.

"Kita lihat perkembangannya nanti, bisa saja diperlambat lagi, bisa pukul sembilan atau lewat dari itu, tergantung kondisi di lapangan," ujarnya.

Widodo menginstruksikan setiap sekolah menyesuaikan jam belajar mengajar. Catatannya, tanpa menambah panjang waktu pulang sekolah. Salah satunya memberikan tugas di rumah kepada siswa.

"Intinya kebijakan ini memperpendek jam sekolah bukan menambah waktu belajar," kata dia.

Meski hanya berwenang mengatur SMA sederajat, pihaknya mengimbau kabupaten dan kota juga memberlakukan kebijakan yang sama kepada siswa SD dan SMP sederajat. Terlebih, anak di usia itu lebih rentan terpapar ISPA.

"Saya sarankan berlakukan juga untuk SD dan SMP sederajat demi kesehatan anak-anak didiknya," kata dia.

Sementara itu, Kasi Observasi dan Informasi stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Bambang Beni Setiaji mengatakan, berdasarkan model prakiraan cuaca BMKG dengan rentang prakiraan tanggal 9 September hingga 16 September 2019, belum ada potensi hujan di wilayah Sumsel. Dari pengamatan rentang waktu 24 jam sejak kemarin justru didapati kondisi cuaca didominasi dengan kriteria asap serta kelembapan antara 45-95 persen dan temperatur antara 23-35 derajat celcius.

"Dari perkiraan panas dan hari tanpa hujan masih berlangsung sepekan ke depan," kata dia.

Terkait kabut asap, Bambang menyebut berdampak pada jarak pandang berkisar 1.000 sampai 8.000 meter. Jarak pandang berangsur membaik ketika matahari terbit.

"Asap ini diindikasikan dengan adanya bau yang khas, perih di mata, sesak pada pernapasan dan matahari akan terlihat berwarna oranye kemerahan pada sore yang disebabkan pembiasan cahaya matahari oleh polutan yang terdapat di atmosfer," terangnya.

Dia menambahkan, kadar udara khususnya di Palembang memasuki kategori tidak sehat dengan rentang 180-187 mikrogram per meter kubik. Kondisi ini terjadi hingga pukul 10.00 WIB.

"Tapi biasanya sore harinya kondisi udara akan memburuk lagi sampai dini hari hingga ke pagi hari. Masyarakat diimbau kurangi aktivitas di luar rumah," ucapnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini