Ganjar pastikan pembangunan pabrik semen Rembang ditunda tunggu KLHS
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo telah menyerahkan permasalahan PT Semen Indonesia di Rembang kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Setelah mendapatkan instruksi tersebut, Ganjar langsung melakukan pertemuan dengan PT Semen Indonesia.
Ganjar mengatakan, PT Semen Indonesia di Rembang dihentikan sementara hingga menunggu Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Keputusan tersebut diambil setelah ada pertemuan antara pihak Pemprov Jawa Tengah dengan PT Semen Indonesia.
"Sekarang di-postponed. Sekarang sudah jelas semen (PT Semen Indonesia) sudah saya undang sepakat untuk mem-postponed sambil menunggu KLHS," kata Ganjar di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Minggu (26/3).
Politisi PDI Perjuangan ini tidak menjelaskan secara pasti berapa lama penundaan pembangunan pabrik tersebut dilakukan. Dia hanya berpatokan secara regulasi sembari menunggu KLHS keluar dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Sebelumnya, dua Petani asal Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah, Gunarti dan Gunarto bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Saya akan mengungkapkan apa yang jadi unek-unek semua saudara saya yang ada di Kendeng. Sekarang lagi mengalami keterancaman yang wilayahnya terancam dan sampai kita kemarin melakukan aksi mengecor kaki, itu karena kami saking cintanya sama ibu bumi," Gunarti di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/3).
Gunarti menyebut Jokowi berkomitmen agar pembangunan PT Semen Indonesia di Rembang dikaji dan dikalkulasi ulang. Jokowi, kata dia, juga menyarankan agar seluruh kegiatan dan izin pabrik untuk dihentikan.
Komitmen ini merupakan komitmen awal saat Jokowi bertemu petani Kendeng pada Agustus 2016 dengan menunggu hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) keluar. KLHS itu akan keluar pada awal April 2017.
Namun, diketahui, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo justru mengeluarkan izin baru yang menjadi akar dari aksi mengecor kaki dengan semen di depan Istana Merdeka, Jakarta kembali dilakukan.
"(Saran Jokowi) itu tidak dihiraukan sama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Akhirnya waktunya dipendekkan menjadi 6 bulan, dan 6 bulannya itu masih nanti akhir bulan april," ujarnya.
Maka dari itu, Gunarti menyebut Jokowi kepada dirinya dan Petani Kendeng lain yang protes terhadap keberadaan PT Semen Indonesia untuk menyampaikan ke Ganjar Pranowo. Sebab, izin tersebut dikeluarkan oleh Ganjar Pranowo dan Jokowi tak bisa ikut campur terhadap kebijakan yang diambil setiap Kepala Daerah.
"Ya itu kalau mengenai izin ya harus tanyanya sama Gubernur. selama ini sudah komunikasi sama Gubernur atau belum? jangankan, bukan hanya komunikasi, kami itu sampai melakukan apapun, jangan sampai Pak Ganjar itu mengeluarkan izin dulu. tapi, Gubernurnya sudah ngotot."
Gunarti mengaku dirinya telah berkali-kali berbicara terkat hal ini ke Ganjar. Namun, kata dia, tak ada respon positif yang diberikan oleh Politikus PDI Perjuangan itu.
"Berkali-kali dan memang gubernur sudah melupakan anak-anaknya. melupakan masyarakat. dia lebih memilih semen daripada tanah airnya sendiri."
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya