Ganjar Minta Mal & Tempat Wisata Dibatasi Saat Tahun Baru: Kalau Sulit, Ditutup Saja

Terkait arahan Bupati/Wali Kota untuk tidak ada perayaan saat perayaan malam tahun baru, sambung Ganjar, bukan sama sekali tidak ada. Perayaan bisa tetap dilakukan dengan melalui streaming di media sosial. Begitu juga untuk perayaan Natal sudah disepakati adanya pembatasan tetapi tidak menghilangkan esensinya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ganjar Minta Mal & Tempat Wisata Dibatasi Saat Tahun Baru: Kalau Sulit, Ditutup Saja
Ganjar Pranowo di Pengungsian Merapi. ©YouTube/Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta pemerintah kabupaten kota untuk melakukan pembatasan jam operasional di objek wisata dan mal jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Bila pembatasan sulit dilakukan maka lebih baik ditutup saja untuk menghindari adanya kerumunan.

"Kita minta semua dievaluasi. Kita minta kontrol dari Dinas Pariwisata, Satpol PP, Kepolisian, dan TNI untuk ada pembatasan-pembatasan objek wisata, mal, restoran, dan pusat keramaian lain. Kalau itu sulit diatur ditutup saja," kata Ganjar di Rumah Dinas Puri Gedeh, Rabu (16/12).

Dia menyebut, di Jawa Tengah sendiri sudah ada daerah yang mulai melakukan pembatasan. Seperti di Kota Semarang dan Kabupaten Blora.

"Mudah-mudahan bupati/wali kita yang lain dengan kondisi lokalitas yang ada mereka juga melakukan pembatasan," ungkapnya.

Terkait arahan Bupati/Wali Kota untuk tidak ada perayaan saat perayaan malam tahun baru, sambung Ganjar, bukan sama sekali tidak ada. Perayaan bisa tetap dilakukan dengan melalui streaming di media sosial.

Begitu juga untuk perayaan Natal sudah disepakati adanya pembatasan tetapi tidak menghilangkan esensi dari perayaan itu sehingga bisa khidmad.

"Kita sudah sepakat dengan tokoh agama. Acara Natal umat masih tetap bisa merayakan meskipun rasanya berbeda dengan perayaan pada tahun sebelumnya. Hari ini semua punya kesempatan hanya sistemnya saja diubah. Kalau kegiatan bersifat kerumun tidak kami izinkan," jelasnya.

Sedangkan untuk kendala pada libur akhir tahun ini adalah adanya beberapa perusahaan swasta yang meliburkan karyawannya. Hal itu bisa berdampak migrasi penduduk, baik liburan maupun mudik, sulit dihindari. Untuk itu Ganjar mengimbau kepada masyarakat agar saat libur akhir tahun tidak mudik.

"Kita minta tidak usah mudik. Seandainya masih bisa bertahan di tempat itu, usahakan semaksimal mungkin tinggal di sana untuk tidak bergerak. Kalau harus mudik diminta tes PCR dengan antigen. Inilah yang kita harapkan bisa mencegah atau mendeteksi secara dini mereka yang berpindah atau masuk itu betul-betul aman," kata dia.

Rekomendasi