Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gandeng IPB University, Pemkab Bogor Sekolahkan 40 Kades

Gandeng IPB University, Pemkab Bogor Sekolahkan 40 Kades Bupati Bogor, Ade Yasin. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Bupati Ade Yasin meluncurkan Sekolah Pemerintahan Desa dan Desa Presisi di Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Senin (13/9). Pada program yang terselenggara dengan kerja sama IPB University ini, para kepala desa dan perangkatnya mendapat pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan terkait tata kelola pemerintahan.

"Terutama tentang tata kelola pemerintahan desa di era digital, dinamika dan perencanaan pembangunan berbasis data sensus, partisipatif, dan spasial yang didampingi tenaga pengajar profesional serta kompeten dari IPB University," kata Ade.

Ade mengakui, permasalahan pembangunan di desa selama ini, karena terbatasnya informasi, pengetahuan, teknologi, dan kapasitas SDM. "Pengolahan data desa dilakukan secara manual dan belum banyak memanfaatkan teknologi. Jadi penyusunan perencanaan masih menggunakan kira-kira, bukan berdasarkan data yang akurat, presisi. Jadi banyak program tidak tepat sasaran," ungkapnya.

Di sisi lain, desa diberikan kepercayaan penuh untuk mengelola anggaran desa dari berbagai sumber, seperti dana desa, bantuan keuangan provinsi Jawa Barat, hingga Samisade dari Pemkab Bogor. Dengan kewenangan begitu besar, menurut Ade, perlu peningkatan kapasitas aparatur desa, agar pembangunan desa berjalan lancar, tepat tujuan dan sasaran.

Ade mengungkapkan, sekolah pemerintahan desa didasari Undang-Undang (UU) Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. "Undang-undang itu mengamanatkan pemerintah desa untuk menyelenggarakan pemerintahan desa berdasarkan asas kepastian hukum, tertib penyelenggaraan pemerintahan dan kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas, profesionalitas, akuntabilitas, efektif, efisien, kearifan lokal, keberagaman dan partsipatif," katanya.

Diikuti 40 Kepala Desa

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Reynaldi Yushab menjelaskan, Sekolah Pemerintahan Desa 2021 diikuti 120 peserta, terdiri dari 40 kepala desa dari 39 kecamatan. Masing-masing kepala desa didampingi dua orang operator. "Operator itu terdiri dari operator sosial dan operator spasial dari perangkat desa," jelas Reynaldi.

Program ini diharapkan menjadikan data desa presisi sebagai bahan praktikum yang dikumpulkan dengan teknologi 4.0, berbentuk data citra desa dengan resolusi tinggi. "Dalam data itu terdapat jumlah vegetasi, jumlah biodiversity, konsumsi pangan per bulan, uang berputar per bulan, sebaran rumah tidak layak huni, peta infrastruktur yang akan menjadi tolok ukur perencanaan program pembangunan di desa," katanya.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP