Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gado-gado Direksi, gado-gado langganan Gus Dur dan Megawati

Gado-gado Direksi, gado-gado langganan Gus Dur dan Megawati Gado-gado Direksi. Al Amin ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekilas, tidak ada yang berbeda dari tampilan kedai Gado gado Direksi dengan kedai-kedai makanan lain yang berada di Jalan Pintu Besar Selatan 2, Taman Sari, Jakarta Barat. Bentuk kedai yang minimalis, dengan ukuran sekitar 2X10 meter, serta lokasi yang berada tepat di pinggir jalan itu terlihat seperti kedai makanan biasanya.

Namun, jangan heran jika di kedai yang sudah ada sejak tahun 1967 itu memiliki pelanggan setia. Tercatat, dua orang mantan Presiden Republik Indonesia, almarhum Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri sering menyantap kuliner khas Jakarta tersebut.

Pemilik kedai, Giok Lie mengatakan, dirinya tidak tahu pasti dari mana kedua mantan presiden tersebut tahu tentang gado-gadonya. Dirinya pun tidak pernah menanyakan kepada ajudan presiden yang mengambil langsung salad khas Indonesia itu.

"Saya kurang tahu, biasanya kalau mereka (ajudan) beli, saya jarang tanya. Saya cuma tanya dari mana, dia bilang saya ajudan Gus Dur, mau beli gado-gado. Dia bilang bapak suka gado-gado," tutur Lie, yang merupakan generasi kedua pemilik Gado-gado Direksi saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (9/3).

Saat membeli gado-gado, lanjut Lie, ajudan Gus Dur biasanya memesan 20 hingga 30 porsi. Dia pun menjelaskan, biasanya Gus Dur membeli gado-gado di akhir pekan.

"Belinya gak tentu hari apa, kebanyakan hari Sabtu. Kalau dia mau beli, belinya juga enggak tentu, kadang-kadang pagi, sore. Sebelum ajudannya beli, mereka bilang dulu ke kita, jadi sayurannya kita bikin yang baru."

Berbeda dengan era Gus Dur, di era Megawati Soekarnoputri, yang datang mengambil gado-gado bukanlah ajudan Mega, melainkan orang dekatnya.

"Yang beli buat Ibu Mega bos bistik. Dia bilang, ini saya beli buat Ibu Mega. Waktu itu dia pesan 30 porsi, jadi belum pernah ada ajudan Ibu Mega yang datang langsung ke sini" tutur Lie.

Lie pun mengatakan, dirinya tidak membedakan harga per porsi jika yang membelinya adalah seorang presiden sekali pun. "Saya enggak pernah naikin, harganya tetap. Waktu zaman Gus Dur, kalau enggak salah se porsi, antara Rp 13 ribu sampai Rp 15 ribu. Pokoknya sekitar segitu lah," ujarnya.

Mengenai kesuksesan gado-gado miliknya tersebut, Lie mengatakan, tidak ada rahasia khusus dalam racikannya. Dirinya hanya menyajikan bahan-bahan kualitas nomor satu di bahan baku.

Gado-Gado Direksi yang berdiri sejak tahun 1967 pertama kali dikelola oleh Sie Man Tjauw. Pada tahun 1995, Giok Lie dipercaya untuk menjalankan usaha keluarga tersebut. Setiap hari, kecuali hari Minggu dan hari besar, Gado-Gado Direksi buka dari pukul 09.30 WIB hingga 16.30 WIB. (mdk/war)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP