Mereka berkumpul dalam tenda di pantai di Pulau Sabang, Provinsi Aceh, Indonesia.
Lebih dari 100 pengungsi Rohingya, termasuk perempuan dan anak-anak, mendarat di pantai Aceh pada tanggal 2 Desember 2023 dini hari. Mereka mendirikan tenda terpal di pantai di Pulau Sabang, Provinsi Aceh, Indonesia.
Hingga Minggu (3/12/2023) pagi, mereka masih bertahan di pinggir pantai setelah turun dari kapal kayu yang membawanya ke pantau itu. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Advertisement
Mereka terdiri dari para pengungsi laki-laki, peremuan dewasa, dan anak-anak di rombongan itu. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Advertisement
Pejabat setempat mengatakan belum dapat memutuskan akan ditempatkan kemana para pengungsi tersebut (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Warga Aceh juga sempat memberikan bantuan kepada para pengungsi Rohingya yang merapat di pantai tersebut. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Bantuan itu di antaranya, makanan, pakaian layak pakai, selimut dan lain sebagainya (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Advertisement
Warga desa mengaku pemberian bantuan darurat itu hanya bersifat sementara.
Mereka juga mengaku tak bisa menampung para pengungsi lebih lama. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Sebelumnya, sekitar 200 warga Rohingya mendarat di Sabang pada Selasa 21 November 2023 lalu.
Kini mereka telah di bawa ke penampungan sementara di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Sejauh ini, sudah ada hampir 2.000-an pengungsi Rohingya yang sudah datang di Provinsi Aceh sejak 14 November lalu.
Mereka kini ditampung di tiga lokasi berbeda di Aceh. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Advertisement
Pengungsi Rohingya mandi di balik terpal yang mereka buat di pantai di pulau Sabang, provinsi Aceh pada Minggu (3/12/2023).