Gereja Protestan Angkola berdiri di tengah kehancuran akibat banjir besar dan tanah longsor yang melanda Desa Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, pada Hari Natal, 25 Desember 2025. Bangunan gereja itu menjadi salah satu saksi dari dampak bencana yang melanda wilayah tersebut dan sekitarnya.
Banjir bandang dan longsor yang terjadi akhir November lalu menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga, infrastruktur, serta lahan pertanian. Secara nasional, bencana di Pulau Sumatera dilaporkan menewaskan lebih dari 1.100 orang, dengan ribuan warga lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Di tengah kondisi tersebut, puluhan jemaat tetap berkumpul di Gereja Protestan Angkola untuk mengikuti ibadah Natal. Dengan keterbatasan fasilitas dan suasana duka yang masih terasa, jemaat menyanyikan himne dan mengikuti misa Natal sebagai bentuk penguatan iman dan solidaritas satu sama lain. Ibadah ini menjadi yang pertama sejak bencana melanda kawasan itu.