FOTO: Eksploitasi Nikel Menjadi Ancaman Keberlangsungan Hutan Masyarakat Adat di Halmahera Maluku Utara

Eksploitasi tambang nikel menyebabkan deforestasi kian meluas dan mengancam keberlangsungan hutan masyarakat adat di Halmahera, Maluku Utara

Arie Basuki
Oleh Arie Basuki - Reporter
FOTO: Eksploitasi Nikel Menjadi Ancaman Keberlangsungan Hutan Masyarakat Adat di Halmahera Maluku Utara
Foto udara terlihat asap mengepul di pusat pengolahan dan peleburan nikel utama,Weda Bay Industrial Park (WBIP) di Lelilef Sawai, Halmahera Tengah, Maluku Utara, (18/04/2025). (AFP)

Eksploitasi tambang nikel menyebabkan deforestasi kian meluas di Halmahera Tengah, Maluku Utara, wilayah yang dulunya sebuah hutan alam tempat berlindung dan sumber penghidupan bagi suku asli Hongana Manyawa di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Data Global Forest Watch (GFW) menyebut bahwa dalam kurun 2001 hingga 2023, Halmahera Tengah kehilangan 27.900 hektar tutupan pohon, Halmahera Timur kehilangan 56.300 hektar dan di Halmahera Selatan 79.000 hektar.

Proyek yang mendapat status proyek strategis nasional (PSN) di era pemerintahan Joko Widodo tersebut muncul di tengah upaya Indonesia mengeksploitasi cadangan logam yang sangat besar. Pada 2022, Indonesia menyimpan 21% dari total cadangan nikel dunia dan memproduksi lebih dari 48% produksi bijih nikel dunia. Pemerintah pun mendorong hilirisasi nikel melalui  pelarangan ekspor bijih nikel sejak 1 Januari 2020 yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2019. Sukses melakukan hilirisasi, Indonesia menjadi penghasil utama nikel primer dunia. Pertumbuhan cepat industri pengolahan nikel dan produk turunannya terutama berlangsung di kawasan-kawasan industri yang terintegrasi antara penambangan dan peleburannikel, serta pengolahan produk turunan nikel untuk tujuan ekspor, termasuk di Halmahera Maluku Utara.

Ekspansi dan ekploitasi oleh perusahaan tambang, mulai dari pembukaan lahan atau deforestasi, pengerukan bumi, hingga peleburan, berdampak pada kerusakan alam dan lingkungan. Ruang hidup suku pedalaman di hutan Halmahera Maluku Utara semakin terhimpit.

Rekomendasi