Advertisement
Dalam aksinya kali ini, aktivis Aksi Kamisan menyoroti pola-pola kekerasan terhadap perempuan yang tak kunjung disikapi secara serius oleh negara. Liputan6.com/Angga Yuniar
Advertisement
Aktivis memandang negara sampai saat ini belum maksimal dalam memastikan perlindungan, penghormatan, dan pemenuhan hak-hak perempuan secara menyeluruh. Liputan6.com/Angga Yuniar
Negara dipandang belum maksimal menjalankan pencegahan dan penuntasan kasus-kasus kekerasan berbasis gender, kesetaraan, perlindungan hukum untuk pekerja perempuan yang rentan, serta keadilan untuk para korban kekerasan seksual yang terjadi secara masif dan sistematis dalam konteks pelanggaran berat HAM. Liputan6.com/Angga Yuniar
Tak hanya menyoroti kasus kekerasan pada perempuan, aktivis Aksi Kamisan turut mendesak pemerintahan Joko Widodo untuk segera menuntaskah kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu. Liputan6.com/Angga Yuniar
Advertisement
Lewat salah satu spanduknya, aktivis Aksi Kamisan juga menentang pelaku pelanggaran HAM dan koruptor menduduki jabatan publik. Liputan6.com/Angga Yuniar
Seorang aktivis berdiri dengan membawa payung hitam selama mengikuti Aksi Kamisan ke-808 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (7/3/2024). Liputan6.com/Angga Yuniar