Firasat Ibu Larang Akbar Alamsyah Keluar Rumah
Merdeka.com - Kakak kandung Akbar Alamsyah, Fitri Rahmayani mengaku memiliki kenangan bersama sang adik saat masih hidup. Fitri mengakui, kalau adiknya itu sering keluar rumah yakni bermain sesama teman.
"Akbar lebih seru main sama temannya, nongkrong," ujar Fitri di samping makam adiknya TPU Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (11/10).
Kendati demikian, Fitri menegaskan kalau adiknya sangat rajin dan membantu perekonomian keluarga. "Dia cuek, tapi kalau disuruh mau orangnya. Jadi saya dan Akbar ini ya bantu ibu dan bapak ya," ujarnya.
Almarhum Akbar sendiri sudah lulus dari sekolah SMK. Fitri mengaku, adiknya sempat bekerja di sebuah restoran namun sudah berhenti. "Dia baru berenti kerja karena habis kontrak. Aku bilang jangan lanjut capek kerjanya," katanya.
Fitri menceritakan, detik-detik Akbar mengikuti unjuk rasa di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Saat itu, ibunya telah melarang putra putrinya keluar rumah guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Jadi kalau tidak salah tanggal 24 (September) ibu itu jahit celananya Akbar, robek. Lalu dia (Akbar) juga ketemu bapak juga. Kalau ketemu sama saya saat dia menginap di rumah saya pas malam Sabtu atau Minggu. Saat aksi itu nggak ada izin, cuma mama sih WhatsApp (WA) sorenya, jangan ke mana-mana ya ada kerusuhan. Sama dia cuma diread aja, terus tidak ada lagi, itu WA nya sore jam 6 an," bebernya.
Kendati telah di WA oleh ibu, Akbar tetap bersikeras ingin melihat aksi unjuk rasa yang ricuh tersebut. Hingga akhirnya Akbar dinyatakan hilang dari keluarga.
"Akbar hilang itu dia (tanggal 26) tanggal 27 dikabarinnya nggak ada, tapi orangnya udah hilang tanggal 26," ujar Fitri.
Lanjut Fitri, saat itu adiknya pergi bersama dua temannya menggunakan satu unit sepeda motor. Akbar pergi bersama teman sekolahnya dulu.
"Jadi kata temennya kalau mereka lari-larian itu nyelamatin diri, kalau ndak salah dia keluar dari gang, mereka ceritain kronologinya mereka nonton katanya kondisi sudah reda, kalau nggak salah dia keluar dari gang mereka kan bertiga, fokus ke depan pandangannya, nggak lihat ke belakang, maju-maju di belakang ada suara sepatu gede, setelah itu terpisah (oleh Akbar). Temennya lihat Akbar masih ada, saat dilihat lagi sudah tidak ada," bebernya kembali.
"Itu pergi naik motor Akbar. (Motor) posisi terkunci stank, lampu depan belakang hancur," sambungnya.
Singkat cerita, Akbar pun akhirnya ditemukan dirawat di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Saat itu Akbar dalam kondisi memprihatinkan.
"Jadi kepalanya besar kaya pake helm kaya semacam tumor kepala gede lebam bibirnya sampe nutupin lobang idung sangking keluarnya. Jontor," pungkas Fitri.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya