Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (FFUP) secara resmi mengoperasikan gedung baru mereka yang berlokasi di Depok pada tanggal 13 Desember. Peresmian ini menandai langkah maju FFUP dalam membangun pusat pengembangan pendidikan, penelitian, dan hilirisasi produk farmasi.
Fasilitas ini dilengkapi dengan standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), sebuah sertifikasi penting untuk menjamin kualitas produk. Rektor Universitas Pancasila, Adnan Hamid, menyatakan bahwa pengoperasian gedung baru ini memperkuat kontribusi FFUP terhadap pendidikan tinggi farmasi dan industri obat bahan alam di Indonesia.
Gedung baru tersebut memiliki Fasilitas Produksi Obat Bahan Alam (OBA) di lantai pertama, yang dirancang khusus sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik industri bagi mahasiswa. Selain itu, fasilitas ini juga mendukung riset terapan, pengembangan formulasi, serta validasi proses produksi berbagai jenis obat berbahan alam.
Advertisement
Advertisement
Fasilitas Produksi Obat Bahan Alam (OBA) di gedung baru FFUP dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa akan mendapatkan kesempatan praktik langsung dalam proses produksi, mulai dari formulasi hingga validasi.
Dukungan terhadap riset terapan menjadi prioritas utama, memungkinkan pengembangan formulasi baru dan validasi proses produksi yang efektif. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi produk farmasi berbahan alam yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Dengan standar produksi setara industri, universitas kini memiliki kapasitas lebih besar untuk menghasilkan produk obat bahan alam yang dapat dikembangkan bersama pemerintah, industri, maupun komunitas. Kolaborasi ini penting untuk mempercepat proses hilirisasi produk dari hasil penelitian.
Advertisement
Advertisement
Peresmian gedung baru beserta fasilitas produksi berstandar industri ini menegaskan komitmen Fakultas Farmasi Universitas Pancasila. Komitmen tersebut meliputi penyediaan pendidikan berkualitas, pelaksanaan riset yang berdampak, serta inovasi yang mampu menjawab kebutuhan sektor kesehatan dan industri farmasi nasional.
Rektor Adnan Hamid menekankan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan asosiasi profesi adalah langkah strategis. Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan obat bahan alam di Indonesia secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, FFUP membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah untuk bersama-sama mendorong kemajuan sektor farmasi melalui penelitian, pengembangan produk, dan hilirisasi yang berkesinambungan.
Advertisement
Advertisement
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menyambut baik adanya gedung baru FFUP yang akan menjadi pusat pengembangan farmasi. Ia menyatakan kepedulian besar BPOM terhadap dunia akademik sebagai pilar inovasi dan transfer teknologi.
Taruna Ikrar melihat potensi besar dalam dunia akademik, di mana BPOM sedang mengusung konsep ABG (Akademik, Bisnis, dan Government). Konsep ini merupakan segitiga sama sisi yang memiliki kekuatan seimbang, mendorong sinergi antara ketiga elemen tersebut.
Menurutnya, riset dan inovasi dimulai dari kampus, sementara bisnis memanfaatkan hasil riset untuk hilirisasi produk. Pemerintah, melalui BPOM, berperan dalam memberikan pengesahan, sertifikasi, serta izin edar produk, melengkapi siklus inovasi ini.
Advertisement
Advertisement
FFUP, yang telah berdiri sejak tahun 1963, merupakan salah satu institusi pendidikan farmasi terkemuka di Indonesia. Saat ini, FFUP memiliki lima program studi, yaitu D3, S1, PSPPA, S2, dan S3, dengan total 1.761 mahasiswa aktif.
Seluruh program studi tersebut telah meraih status Akreditasi Unggul, kecuali Program Doktor (S3) yang masih dalam proses akreditasi sejak dibuka pada tahun 2016. Pencapaian ini menunjukkan kualitas pendidikan yang tinggi di FFUP.
Dalam rangkaian kegiatan peresmian, FFUP juga menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Strategi Industri Farmasi Yang Kompetitif dan Adaptif di Era Digital.” Kehadiran para pembicara dari berbagai sektor memperkaya perspektif mengenai transformasi industri farmasi di tengah perkembangan teknologi digital.
Advertisement
Sumber: AntaraNews