Festival Sungai Upang: Tahukah Anda, Tradisi Lokal Bangka Ini Kini Jadi Kalender Wisata Tahunan?

Pemerintah Kabupaten Bangka sukses lestarikan budaya dan alam melalui Festival Sungai Upang. Kini jadi kalender wisata tahunan, festival ini menarik perhatian banyak wisatawan dan peneliti.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Festival Sungai Upang: Tahukah Anda, Tradisi Lokal Bangka Ini Kini Jadi Kalender Wisata Tahunan?
Pemerintah Kabupaten Bangka sukses lestarikan budaya dan alam melalui Festival Sungai Upang. Kini jadi kalender wisata tahunan, festival ini menarik perhatian banyak wisatawan dan peneliti. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, secara konsisten melestarikan tradisi dan budaya lokal melalui penyelenggaraan Festival Sungai Upang. Acara ini juga bertujuan untuk menjaga keseimbangan alam di kawasan tersebut. Festival ini telah ditetapkan sebagai kalender pariwisata daerah.

Penjabat Sekda Bangka, Thony Marza, menyatakan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan setiap tahun, mengingat statusnya sebagai agenda pariwisata resmi. Festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 25 hingga 27 Oktober 2025, berlokasi di Desa Tanah Bawah, Kecamatan Puding Besar. Kawasan ini dikenal memiliki Sungai Upang yang masih alami.

Sungai Upang merupakan salah satu sungai yang keasliannya masih terjaga, dengan keanekaragaman flora dan fauna endemik. Keunikan ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dan peneliti yang ingin mengeksplorasi kekayaan alam Bangka. Festival ini menjadi wadah untuk memperkenalkan dan menjaga keindahan tersebut.

Pelestarian Budaya dan Keunikan Sungai Upang

Festival Sungai Upang bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah komitmen nyata dari Pemerintah Kabupaten Bangka untuk melestarikan kearifan lokal. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, Rismy Wira Madonna, menegaskan bahwa festival ini merupakan kegiatan yang sifatnya kearifan lokal daerah. Kolaborasi dengan Yayasan Bangka Flora Society turut memperkuat penyelenggaraan acara ini.

Sungai Upang sendiri adalah permata tersembunyi di Desa Tanah Bawah, Kecamatan Puding Besar. Keaslian ekosistemnya yang terjaga menjadikannya rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna endemik. Kondisi ini menarik minat tidak hanya wisatawan lokal, tetapi juga para peneliti yang ingin mempelajari keanekaragaman hayati di sana.

Pelestarian ini menjadi krusial di tengah modernisasi, memastikan bahwa warisan budaya dan alam tetap lestari untuk generasi mendatang. Melalui Festival Sungai Upang, masyarakat diajak untuk lebih mengenal dan mencintai lingkungan serta tradisi yang mereka miliki. Inisiatif ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

Perkembangan dan Harapan Festival Sungai Upang

Meskipun baru memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, Festival Sungai Upang telah menunjukkan dampak positif yang signifikan. Thony Marza mengungkapkan, "Meskipun Festival Sungai Upang baru dilaksanakan tahun ke tiga, tetapi sudah nampak bukti nyata dengan meningkatnya masyarakat yang berkunjung." Peningkatan jumlah pengunjung ini menjadi indikator keberhasilan festival dalam menarik perhatian publik.

Selama tiga hari pelaksanaannya, festival ini menyajikan beragam lomba tradisional yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Lomba-lomba tersebut meliputi:

  • Lomba Betet atau Ketapel
  • Lari Batok kelapa
  • Lomba perahu
  • Panahan tradisional
  • Lomba memasak ikan air tawar

Kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menghidupkan kembali permainan dan keterampilan tradisional.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bangka memiliki visi untuk menjadikan Festival Sungai Upang lebih meriah dan inklusif. Thony Marza berharap, "Ke depan kita menginginkan Festival Sungai Upang diselenggarakan lebih meriah dengan melibatkan pemerintah desa, lembaga adat melayu, dan pihak lain terkait budaya lokal." Dukungan dari pemerintah daerah untuk menyelenggarakan festival ini secara rutin setiap tahun juga telah dikonfirmasi oleh Rismy Wira Madonna.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi