Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, baru-baru ini menjadi sorotan terkait inisiatif peningkatan gizi anak sekolah. Badan Mutu Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara aktif mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengintegrasikan udang sebagai menu utama.
Langkah ini merupakan bagian dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas asupan gizi siswa. Kepala Badan Mutu KKP Kepulauan Babel, Dedy Arief Henriyanto, menegaskan pentingnya udang dalam menu makanan anak-anak.
Menurutnya, produk udang memiliki mutu terjamin dan kandungan gizi, protein, serta kalsium yang tinggi. Hal ini sangat bermanfaat untuk perkembangan optimal dan peningkatan kecerdasan siswa-siswi di daerah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Manfaat Udang untuk Kecerdasan dan Gizi Anak
Dedy Arief Henriyanto menjelaskan bahwa udang merupakan sumber nutrisi yang sangat baik bagi tumbuh kembang anak. Kandungan protein, kalsium, dan berbagai mineral esensial di dalamnya berperan penting dalam mendukung fungsi otak dan pertumbuhan tulang.
"Kami mendorong dapur MBG bisa menjadikan udang sebagai menu makanan kepada siswa-siswi," kata Dedy. Ia menambahkan bahwa konsumsi udang secara teratur dapat membantu meningkatkan daya tangkap dan fokus belajar siswa.
Selain itu, mutu udang hasil budidaya di Bangka Belitung sudah terjamin. Ini memberikan rasa aman bagi penyelenggara program MBG untuk menyajikan udang kepada para penerima manfaat.
Advertisement
Manfaat gizi yang melimpah ini menjadikan udang pilihan ideal untuk program yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup generasi muda.
Advertisement
Ketersediaan dan Harga Udang yang Terjangkau di Babel
Salah satu pertimbangan utama dalam memilih udang sebagai menu MBG adalah ketersediaan dan harganya yang kompetitif. Dedy Arief Henriyanto menggarisbawahi bahwa harga udang di Bangka Belitung sangat terjangkau.
Ia memberikan perbandingan menarik, "jika dihitung-hitung satu kilogram ikan tenggiri sudah dapat satu kilogram udang ukuran 30 atau satu kilogram cumi sudah dapat dua kilogram udang ukuran 50 cm." Perbandingan ini menunjukkan efisiensi biaya yang bisa didapatkan.
Ketersediaan udang juga bukan menjadi masalah di Kepulauan Bangka Belitung. Produksi udang lokal sangat melimpah, mencapai 20.000 ton per tahun.
Advertisement
Jumlah ini tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat setempat, tetapi juga untuk pasar ekspor. Kelimpahan produksi ini menjamin pasokan yang stabil dan harga yang tetap terjangkau untuk program Makanan Bergizi Gratis.
Advertisement
Jaminan Mutu dan Dukungan dari Badan Mutu KKP
Badan Mutu KKP memiliki peran krusial dalam memastikan kualitas udang yang disalurkan melalui program MBG. Dedy Arief Henriyanto menegaskan bahwa produk udang hasil budidaya tambak di daerah ini telah terjamin mutunya secara ketat.
Bagi dapur MBG yang memerlukan informasi lebih lanjut mengenai sumber udang berkualitas, Badan Mutu KKP siap berkoordinasi. "Kami akan memberikan mana saja tambak-tambak dan suplier udang yang sudah mendapatkan sertifikat penjaminan mutu," ujarnya.
Dukungan ini penting untuk menjaga standar keamanan pangan dan gizi yang tinggi dalam setiap porsi makanan yang disajikan. Dengan demikian, program MBG dapat berjalan optimal dengan bahan baku yang terpercaya.
Advertisement
Harapan besar diletakkan pada inisiatif ini, yaitu agar udang sebagai menu MBG dapat secara signifikan meningkatkan kecerdasan dan kemandirian siswa. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Bangka Belitung.
Sumber: AntaraNews