Ratusan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, turut serta memeriahkan ajang Penyengat Night Run 2025 yang diselenggarakan di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan lari malam perdana ini digelar oleh Dinas Pariwisata setempat untuk memperkenalkan keindahan dan suasana unik Pulau Penyengat pada malam hari. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi bagian penting dari rangkaian Penyengat Heritage Fest 2025.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengungkapkan kegembiraannya atas antusiasme peserta yang luar biasa dalam ajang ini. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan dengan skala yang lebih besar di masa mendatang. Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen untuk terus menyuguhkan berbagai agenda wisata dan budaya demi menarik lebih banyak kunjungan wisatawan ke Pulau Penyengat.
Ajang Penyengat Night Run 2025 ini merupakan inisiatif strategis untuk mempromosikan Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya yang kaya. Pulau kecil ini memiliki peran besar dalam sejarah nasional, termasuk kontribusinya terhadap lahirnya Bahasa Indonesia. Selain itu, pulau ini juga merupakan tempat lahirnya karya monumental Raja Ali Haji, Gurindam 12.
Advertisement
Advertisement
Antusiasme Tinggi Peserta Internasional dan Nasional
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menjelaskan bahwa Penyengat Night Run 2025 diikuti oleh sekitar 380 peserta. Dari jumlah tersebut, tercatat 64 peserta berasal dari mancanegara, meliputi Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Australia. Kehadiran peserta internasional ini menunjukkan daya tarik global Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata.
Selain itu, sebanyak 32 peserta merupakan wisatawan nusantara yang datang dari berbagai kota di Indonesia. Mereka berasal dari Riau, Medan, Jakarta, hingga Bandung, menunjukkan jangkauan promosi yang luas. Sisanya adalah komunitas lari lokal dari Kepulauan Riau, termasuk Batam, Tanjungpinang, dan Karimun, yang turut menyemarakkan acara.
Para peserta lari malam ini menempuh jarak kurang lebih lima kilometer, mengitari seluruh Pulau Penyengat. Rute lari dirancang untuk melintasi berbagai spot wisata cagar budaya yang ada di pulau tersebut. Selama berlari, peserta disuguhi pertunjukan pencahayaan atau lighting show yang memukau, terutama di area Gedung Tabib hingga Istana Tengku Bilik, menambah pengalaman visual yang tak terlupakan.
Advertisement
Advertisement
Promosi Warisan Budaya dan Sejarah Pulau Penyengat
Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya mempromosikan Pulau Penyengat. Pulau ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi, terutama karena kontribusinya yang signifikan terhadap lahirnya bahasa persatuan nasional, Bahasa Indonesia. Upaya promosi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya warisan budaya ini.
Pulau Penyengat juga dikenal sebagai tempat lahirnya karya sastra monumental Gurindam 12, yang ditulis oleh Raja Ali Haji. Karya ini berisi ajaran dan nasihat kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal Melayu. Gurindam 12 terdiri dari dua belas pasal dan menjadi bagian tak terpisahkan dari khazanah kesusastraan Melayu-Indonesia.
Gubernur Ansar menyatakan, "Kita ingin menjadikan karya ini sebagai jembatan lintas generasi dalam melestarikan adat dan budaya Melayu di Kepri." Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga dan memperkenalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Gurindam 12 kepada generasi muda. Acara seperti Penyengat Night Run menjadi salah satu medium efektif untuk mencapai tujuan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Dampak Ekonomi dan Pariwisata Lokal
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, ajang wisata kreatif seperti Penyengat Night Run ini terlaksana berkat dukungan penuh dari berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan para pelaku industri pariwisata di Kepulauan Riau menjadi kunci sukses penyelenggaraan acara ini. Sinergi ini menciptakan ekosistem pariwisata yang kuat dan berkelanjutan.
Hasan menambahkan bahwa Penyengat Night Run turut mendongkrak perekonomian masyarakat lokal secara signifikan. "Alhamdulillah. Dalam dua hari terakhir, hotel dan homestay penuh, sehingga ikut mendorong pendapatan asli daerah (PAD)," ujarnya. Peningkatan jumlah peserta dan masyarakat yang hadir dalam ajang tersebut secara langsung memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di Pulau Penyengat, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan.
Keberhasilan event ini dalam menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal menjadi bukti bahwa pariwisata berbasis budaya dan olahraga memiliki potensi besar. Pemerintah Provinsi Kepri berharap dapat terus mengembangkan event serupa untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi contoh bagaimana pariwisata dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews