Majelis Desa Adat (MDA) Bali mengumumkan bahwa belasan ribu pecalang atau satuan pengamanan adat di Bali akan melaksanakan gelar agung pasukan. Acara penting ini dijadwalkan pada Senin, 1 September, sebagai bentuk kesiapan menjaga ketertiban umum. Pengumpulan pecalang ini merupakan respons cepat terhadap insiden demonstrasi anarkis yang sempat terjadi di Mapolda Bali dan DPRD Bali pada Sabtu, 30 Agustus lalu.
Ketua MDA Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk mendukung aparat keamanan dalam mencegah terulangnya aksi serupa. Meskipun persiapan dilakukan secara mendadak, diharapkan sekitar 15 ribu pecalang dapat turut serta dalam gelar agung tersebut. Kesiapan Pecalang Bali ini sejalan dengan deklarasi yang disampaikan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali terkait imbauan aksi demonstrasi yang santun.
Pecalang Bali menegaskan komitmen mereka untuk membantu aparat keamanan, khususnya dalam tugas mencegah masyarakat melakukan aksi demonstrasi yang berujung anarkisme. Mereka siap sedia untuk menjaga stabilitas dan keamanan di seluruh wilayah Pulau Dewata. Kesiapan ini merupakan wujud nyata dari peran Pecalang Bali dalam menjaga 'gumi' atau tanah Bali dari segala bentuk gangguan yang merusak.
Advertisement
Advertisement
Peran Pecalang dalam Menjaga Keamanan Bali
Pecalang memiliki peran krusial dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan adat Bali. Mereka bertindak sebagai garda terdepan dalam mengamankan setiap kegiatan adat maupun peristiwa penting lainnya. Kesiapan Pecalang Bali untuk menggelar pasukan besar-besaran menunjukkan dedikasi mereka dalam memastikan bahwa setiap aksi unjuk rasa tetap berjalan damai dan tidak mengganggu fasilitas umum.
Pada aksi demonstrasi yang melibatkan masyarakat dan pengemudi ojek online sebelumnya, beberapa pecalang sebenarnya sudah hadir di lokasi. Kehadiran mereka membantu meredakan potensi benturan, meskipun massa aksi tidak secara langsung menyasar pecalang. Hal ini membuktikan efektivitas peran Pecalang Bali sebagai mediator dan penjaga ketertiban di lapangan.
Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet menekankan bahwa tugas utama pecalang adalah mencegah tindakan anarkis. Jika terjadi tindakan yang merusak, pecalang akan segera mengingatkan para pelaku. Seluruh masyarakat Bali memiliki hak dan tanggung jawab untuk menjaga Bali, dan pecalang hadir sebagai salah satu pilar penting dalam upaya tersebut.
Advertisement
Advertisement
Antisipasi dan Harapan MDA Bali
Hingga saat ini, Majelis Desa Adat Bali belum menerima informasi mengenai kemungkinan adanya aksi demonstrasi susulan pasca-kericuhan yang terjadi. Meskipun demikian, MDA Bali sangat berharap agar insiden serupa tidak terulang kembali. Mereka terus mengimbau seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas dan keamanan di Pulau Dewata.
MDA Bali menyatakan bahwa mereka sangat menghormati hak setiap warga untuk menyampaikan pendapat melalui unjuk rasa, asalkan dilakukan secara tertib dan santun. Tidak ada larangan bagi aksi demonstrasi yang mematuhi hukum dan tidak mengganggu ketertiban umum. Prinsip ini menjadi pegangan bagi Pecalang Bali dalam menjalankan tugasnya.
Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet menegaskan bahwa tindakan anarkis seperti pembakaran atau perusakan fasilitas umum sangat merusak citra dan keamanan Bali. Jika ada pihak yang mencoba merusak Bali, masyarakat Bali, termasuk Pecalang Bali, pasti akan bersatu untuk mencegahnya. Komitmen ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga keutuhan dan kedamaian Pulau Dewata.
Advertisement
Sumber: AntaraNews