Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah memperkuat integrasi sosial masyarakatnya melalui penyelenggaraan Lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM). Inisiatif ini bertujuan untuk mengidentifikasi desa atau kelurahan yang paling kuat dalam menerapkan semangat kebersamaan. Lomba ini diharapkan dapat menjadi pendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan daerah.
Esthi Susilarini, Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim, menjelaskan bahwa lomba ini dibagi menjadi dua kategori utama. Kategori tersebut meliputi desa dan kelurahan, dengan masing-masing telah melalui tahap penilaian dokumen yang ketat. Proses verifikasi lapangan kini sedang berlangsung untuk menentukan para pemenang.
Penilaian langsung atau verifikasi lapangan ini dijadwalkan akan rampung pada akhir Oktober 2025, menandai puncak dari serangkaian tahapan seleksi. Lomba ini tidak hanya mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat Kaltim. Tiga besar dari setiap kategori telah terpilih dan siap untuk diverifikasi.
Advertisement
Advertisement
Lomba BBGRM Kaltim dirancang dengan berbagai tujuan mulia yang berfokus pada penguatan fondasi sosial masyarakat. Salah satu tujuan utamanya adalah menumbuhkan kembali semangat gotong royong, sebuah warisan budaya bangsa yang perlu terus dilestarikan. Semangat ini menjadi pilar penting dalam membangun komunitas yang harmonis dan saling mendukung.
Selain itu, lomba ini juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan dan kemasyarakatan. Dengan adanya kompetisi ini, diharapkan masyarakat terdorong untuk lebih aktif berperan serta dalam program-program yang bermanfaat. Partisipasi aktif warga menjadi kunci keberhasilan setiap inisiatif pembangunan daerah.
Aspek krusial lainnya adalah memperkuat integrasi sosial, yaitu membangun keterikatan, kerja sama, dan solidaritas antarwarga. Lomba BBGRM Kaltim mengedepankan semangat kebersamaan dan kekeluargaan sebagai dasar interaksi sosial. Ini penting untuk menciptakan lingkungan yang kohesif dan tangguh di seluruh wilayah provinsi.
Advertisement
Terakhir, lomba ini juga berfungsi untuk memelihara hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam pemeliharaan dan perawatan infrastruktur serta fasilitas umum, aset-aset tersebut akan tetap terjaga dengan baik. Ini memastikan keberlanjutan manfaat pembangunan bagi seluruh warga Kaltim.
Advertisement
Proses seleksi Lomba BBGRM Kaltim telah melalui tahapan yang cermat, dimulai dengan penilaian dokumen kelengkapan dari seluruh peserta. Tahap ini berhasil menyaring kandidat terbaik dari masing-masing kategori, yaitu desa dan kelurahan. Hasil penilaian dokumen ini menjadi dasar penentuan tiga besar yang akan melaju ke tahap selanjutnya.
Untuk kategori desa, tiga wakil terbaik berasal dari berbagai kabupaten. Kabupaten Paser diwakili oleh Desa Bukit Seloka, Kecamatan Long Ikis, menunjukkan kekuatan gotong royong di wilayah tersebut. Sementara itu, Kabupaten Berau menampilkan Desa Campur Sari, Kecamatan Talisayan, dan Kabupaten Kutai Kartanegara diwakili oleh Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana.
Di kategori kelurahan, persaingan juga ketat dengan perwakilan dari beberapa daerah. Kabupaten Penajam Paser Utara diwakili oleh Kelurahan Waru, Kecamatan Waru. Kota Samarinda mengutus Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, dan Kabupaten Kutai Kartanegara turut serta dengan Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong.
Advertisement
Esthi Susilarini menambahkan bahwa verifikasi lapangan merupakan tahap krusial untuk menentukan juara 1, 2, dan 3. Hingga saat ini, tim penilai telah melakukan verifikasi di Desa Bukit Seloka dan Kelurahan Waru. Lokasi lainnya akan menyusul mulai Senin (20/10) dan ditargetkan selesai hingga akhir bulan ini, menjamin penilaian yang komprehensif.
Sumber: AntaraNews