Fakta Unik: Dari 61 Pendaftar, Hanya 10 Peserta Lolos Bootcamp Fesyen Kemenekraf untuk Naik Kelas!
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) sukses menggelar Bootcamp Fesyen Kemenekraf di Bogor, mengakselerasi 10 pegiat fesyen terpilih agar produk lokal siap bersaing di pasar global. Simak detailnya!
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) baru-baru ini sukses menyelenggarakan Bootcamp 1 Inkubasi Fesyen wilayah Jabodetabek. Acara ini berlangsung intensif selama empat hari, mulai dari 31 Oktober hingga 3 November 2025. Tujuannya adalah untuk mengakselerasi pegiat usaha fesyen agar produk mereka memiliki nilai tambah dan siap bersaing.
Bertempat di Hotel The 1O1 Suryakencana Bogor, bootcamp ini merupakan langkah strategis Kemenekraf. Program tersebut bertujuan untuk membantu jenama lokal naik kelas dan lebih mandiri di pasar nasional maupun global. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya subsektor fesyen dalam ekspor.
Seleksi ketat telah dilakukan sebelumnya, dimulai dari 61 pendaftar. Hanya 10 pegiat fesyen terpilih dari Jakarta, Jawa Barat, dan Banten yang berkesempatan mengikuti pelatihan ini. Mereka diharapkan dapat memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru di Indonesia.
Meningkatkan Kapasitas dan Daya Saing Produk Fesyen Lokal
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyatakan bahwa program Bootcamp Fesyen Kemenekraf ini adalah langkah awal penting. Tujuannya adalah untuk meningkatkan jenama lokal yang sudah berdaya agar lebih mandiri. Hal ini juga untuk memastikan mereka dapat bersaing di pasar internasional. Subsektor fesyen sendiri memiliki kontribusi signifikan terhadap ekspor dan penyerapan tenaga kerja di sektor kreatif.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu, menambahkan bahwa program ini tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas. Lebih dari itu, ia juga bertujuan memperkuat nilai tambah produk fesyen. Yuke berharap para peserta dapat menciptakan lapangan kerja kreatif yang berkualitas. Ini sejalan dengan visi Kemenekraf untuk pertumbuhan ekonomi.
Proses seleksi peserta Bootcamp Fesyen Kemenekraf ini cukup ketat. Dari total 61 pendaftar, hanya 10 pegiat fesyen yang berhasil lolos. Mereka berasal dari wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, dengan produk meliputi pakaian, tas, dan sepatu. Kehadiran 10 pemilik usaha ini diperkirakan berkontribusi pada sekitar 50 tenaga kerja.
Materi Intensif dan Pendampingan Berkelanjutan untuk Pegiat Fesyen
Selama empat hari, peserta Bootcamp Fesyen Kemenekraf dibimbing oleh para mentor ahli. Hari pertama dan kedua fokus pada pemahaman serta storytelling produk. Ini dituangkan dalam moodboard dan proses penciptaan desain untuk siluet produk. Materi ini krusial untuk membangun identitas produk yang kuat.
Memasuki hari ketiga dan keempat, peserta mempresentasikan siluet produk yang telah mereka kembangkan. Selain itu, mereka juga mendapatkan materi penting mengenai aspek keuangan. Sesi ini ditutup dengan materi non-praktik seperti success story DNA produk, strategi branding, dan optimalisasi media digital. Ini membekali mereka dengan pengetahuan bisnis komprehensif.
Kemenekraf menegaskan bahwa kegiatan bootcamp ini hanyalah bagian dari pendampingan berkelanjutan. Kementerian telah menyiapkan peta jalan atau roadmap untuk industri kreatif hingga tahun 2029. Roadmap ini mencakup kurasi, pelatihan, hingga program akselerasi ekspor seperti ASIK. Deputi Yuke mendorong peserta untuk terus mengikuti program selanjutnya.
Antusiasme peserta terlihat jelas selama sesi pengembangan bahan dan siluet produk. Mereka aktif menggunting kain, menggambar pola, hingga merajut bahan untuk menyelesaikan desain. Amanda Prihutomo, dosen fesyen di Binus University SOCCA, menyatakan kegembiraannya berbagi ilmu. Ia berharap program ini mendorong mereka untuk siap mengekspor produk.
Harapan Peserta untuk Akses Pasar Global
Salah satu peserta Bootcamp Fesyen Kemenekraf, Eti Yuniarti, mengungkapkan harapannya. Pemilik usaha yang berfokus pada produk rajut ini ingin produknya dapat dieskalasi lebih lanjut. Ia berharap dapat meningkatkan daya saing global serta memperluas akses pasar. Program ini menjadi jembatan penting menuju tujuan tersebut.
Eti menambahkan, "Melalui program ini, kami tidak hanya belajar teori tapi juga praktik langsung." Ia menekankan pentingnya pengalaman praktis yang didapat. Harapannya, pendampingan dari Kementerian dapat terus berlanjut. Ini agar para pelaku usaha semakin siap untuk memperluas pasar mereka.
Keberlanjutan program seperti Bootcamp Fesyen Kemenekraf sangat vital. Ini tidak hanya menciptakan produk berkualitas, tetapi juga ekosistem bisnis yang kuat. Dengan dukungan penuh, produk fesyen lokal memiliki peluang besar untuk mendunia. Kemenekraf berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan ini.
Sumber: AntaraNews