Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) secara resmi memulai proyek besar Revitalisasi Bukit Kasih Kanonang, sebuah destinasi wisata ikonik yang terletak di Kawangkoan, Kabupaten Minahasa. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen kuat Pemprov dalam memperkuat sektor pariwisata daerah yang berkelanjutan. Pembenahan ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik serta kenyamanan bagi para pengunjung lokal maupun mancanegara.
Gubernur Yulius Selvanus, pada Senin (27/10), menegaskan bahwa Bukit Kasih Kanonang merupakan simbol penting bagi kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Sulawesi Utara. Oleh karena itu, revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, melainkan juga pada penguatan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah menjadi identitas daerah. Proyek ini melibatkan berbagai pihak terkait untuk memastikan keberhasilannya.
Melalui program pembangunan yang dilaksanakan secara bertahap, Pemprov Sulut berupaya menghadirkan wajah baru Bukit Kasih yang lebih tertata, bersih, dan nyaman. Sejumlah fasilitas pendukung pariwisata diperbaiki dan disempurnakan demi memberikan pengalaman yang lebih baik bagi setiap wisatawan yang berkunjung. Hal ini sejalan dengan visi besar untuk menjadikan pariwisata sebagai pilar utama pembangunan ekonomi daerah.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Pemprov Sulut untuk Pariwisata Berkelanjutan
Gubernur Yulius Selvanus menyatakan bahwa Revitalisasi Bukit Kasih Kanonang adalah bagian integral dari strategi pembangunan daerah yang berkelanjutan. "Setiap aset daerah harus memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi serta sosial bagi masyarakat sekitar," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan fokus pemerintah tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga dampak positif bagi komunitas lokal.
Pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam proses rehabilitasi ini, melibatkan Pemerintah Provinsi bersama mitra terkait. Pemprov Sulut memastikan bahwa pembenahan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik semata. Namun juga pada penguatan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang merupakan identitas sejati dari daerah tersebut.
Staf Khusus Gubernur Bidang Pariwisata, Dr. Drevy Malalantang, menambahkan bahwa pembenahan kawasan Bukit Kasih Kanonang merupakan bagian dari arah kebijakan Gubernur. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing pariwisata Sulawesi Utara di kancah nasional maupun internasional. Ini adalah langkah strategis untuk menarik lebih banyak pengunjung.
Advertisement
Advertisement
Bukit Kasih: Simbol Toleransi dan Daya Tarik Baru
Bukit Kasih Kanonang telah lama dikenal sebagai ikon toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Utara. Dengan Revitalisasi Bukit Kasih Kanonang, destinasi ini diharapkan tampil dengan wajah baru yang lebih menarik dan representatif. Perbaikan ini mencakup kebersihan, penataan area, dan peningkatan fasilitas umum untuk kenyamanan pengunjung.
Gubernur Yulius Selvanus menekankan bahwa "Bukit Kasih bukan sekadar objek wisata, tetapi juga simbol persaudaraan dan keharmonisan yang menjadi kebanggaan Sulawesi Utara." Pernyataan ini menggarisbawahi nilai intrinsik dari lokasi tersebut. Hal ini juga menunjukkan bahwa revitalisasi bertujuan untuk memperkuat pesan damai yang diusung Bukit Kasih.
Malalantang mengungkapkan bahwa "Revitalisasi Bukit Kasih adalah bagian dari visi besar Gubernur untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai pilar utama pembangunan ekonomi daerah." Setiap perbaikan fasilitas dan atraksi wisata diarahkan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik. Ini akan menjadikan Bukit Kasih Kanonang sebagai tujuan wisata spiritual yang memadukan keindahan alam, kekayaan budaya, dan semangat toleransi masyarakat.
Advertisement
Melalui langkah-langkah strategis ini, Pemprov Sulut bertekad menjadikan Bukit Kasih Kanonang bukan hanya tujuan wisata spiritual. Namun juga sebagai simbol kebersamaan dan harmoni yang mencerminkan karakter masyarakat Bumi Nyiur Melambai. Ini adalah upaya nyata untuk mempromosikan nilai-nilai luhur daerah.
Sumber: AntaraNews