Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mencatat 74 penerbangan terdampak akibat insiden pemadaman listrik yang terjadi pada Jumat malam. Gangguan ini meliputi 42 penerbangan internasional dan 32 penerbangan domestik, menyebabkan penundaan operasional yang signifikan.
Manajemen bandara memastikan bahwa dampak pemadaman listrik hanya berupa penundaan, tanpa adanya pembatalan atau pengalihan rute penerbangan. Operasional bandara diharapkan dapat kembali normal secara bertahap setelah pasokan listrik berhasil dipulihkan sepenuhnya.
Ahmad Syaugi Shahab, General Manager Bandara Ngurah Rai, menjelaskan bahwa rata-rata penundaan penerbangan berkisar antara 30 menit hingga satu jam. Insiden ini juga menyebabkan delapan pesawat sempat tertahan di darat selama gangguan.
Advertisement
Advertisement
Pemadaman listrik yang terjadi sekitar pukul 18.13 WITA pada Jumat malam secara langsung memengaruhi jadwal penerbangan serta alur penumpang di Bandara Ngurah Rai. Situasi ini memaksa prosedur check-in harus dilakukan secara manual untuk sementara waktu, menambah tantangan dalam pengelolaan operasional.
Selama proses penanganan penumpang secara manual berlangsung, tim teknis bandara bekerja keras untuk memulihkan pasokan listrik. Upaya ini membuahkan hasil, dengan listrik berhasil kembali menyala sekitar pukul 19.17 WITA, hanya sekitar satu jam setelah insiden terjadi.
Meskipun terjadi gangguan, operasional penerbangan kembali normal secara bertahap setelah pemulihan listrik. Penerbangan terakhir yang mengalami penundaan, Garuda Indonesia GIA870 tujuan Incheon, berhasil diberangkatkan pada pukul 02.16 WITA dini hari Sabtu, menandai berakhirnya penanganan lalu lintas penerbangan akibat insiden tersebut.
Advertisement
Menurut Ahmad Syaugi Shahab, "Pemantauan kami dari pagi hingga siang ini menunjukkan bahwa seluruh aktivitas penerbangan, layanan penumpang, serta alur drop-off dan pick-up berjalan normal." Hal ini menegaskan bahwa situasi telah sepenuhnya terkendali dan layanan bandara berfungsi seperti biasa.
Advertisement
PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali memberikan penjelasan mengenai penyebab pemadaman listrik di Bandara Ngurah Rai. Menurut Eric Rossi Priyo Nugroho, General Manager PLN UID Bali, "Tim kami mendeteksi adanya penurunan beban pada dua feeders yang menyuplai terminal internasional."
Sistem kelistrikan Bandara Ngurah Rai dirancang dengan tingkat keandalan tinggi, didukung oleh lima feeders aktif yang memastikan pasokan listrik berkelanjutan ke seluruh area bandara, termasuk terminal domestik dan internasional. Penurunan beban pada salah satu feeder inilah yang memicu gangguan.
Menyikapi insiden ini, manajemen bandara menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang. Ahmad Syaugi Shahab menyatakan bahwa "Kami juga sedang mengevaluasi peningkatan kualitas peralatan kami, dan tim kami saat ini sedang memeriksa setiap sektor bandara."
Advertisement
Langkah evaluasi ini bertujuan untuk menginvestigasi secara menyeluruh penyebab pemadaman listrik di fasilitas vital tersebut dan menerapkan perbaikan yang diperlukan. "Manajemen bandara sedang memeriksa peralatan dan menyelidiki penyebab pemadaman di fasilitas vital ini," tambah Shahab, menekankan komitmen untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews