Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat menggelar program sterilisasi massal bagi 600 ekor kucing jantan lokal. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Rabies Dunia 2025, menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap kesehatan hewan.
Inisiatif penting ini berlangsung di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada hari Sabtu lalu. Pelaksanaan program ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Suku Dinas KPKP Jakarta Barat, Polsatwa Korsabhara Baharkam Polri, serta organisasi Let’s Adopt Indonesia.
Selain fokus pada sterilisasi, acara tersebut juga mencakup berbagai agenda kesehatan hewan lainnya. Program ini bertujuan untuk mengontrol populasi kucing liar dan peliharaan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi rabies.
Advertisement
Advertisement
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Barat, Novy P Palit, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya terbatas pada sterilisasi kucing jantan lokal. "Hari ini kita memiliki berbagai agenda kegiatan, mulai dari sterilisasi kucing jantan lokal, vaksinasi hewan rabies, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga sosialisasi gerakan makan ikan (Gemarikan) kepada anak usia sekolah usia dini," ujarnya di lokasi.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta kepolisian menjadi kunci sukses acara ini. Polsatwa Korsabhara Baharkam Polri dan Let’s Adopt Indonesia turut mengerahkan tenaga ahli dan relawan untuk memastikan kelancaran setiap sesi kegiatan.
Respon positif datang dari masyarakat, salah satunya Wina (42), warga Jelambar, yang merasa sangat terbantu dengan adanya program sterilisasi ini. "Alhamdulillah, kalau kita lihat dari respon teman-teman di sini kan sangat positif. Ternyata memang perlu adanya program sterilisasi ini karena respon dari masyarakat itu sangat positif dan juga banyak kucing-kucing yang perlu di sterilkan," kata Wina.
Advertisement
Wina berharap kegiatan sterilisasi kucing Jakarta Barat ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa program semacam ini sangat membantu masyarakat dalam merawat hewan peliharaan mereka secara bertanggung jawab.
Advertisement
Dalam program sterilisasi massal ini, Suku Dinas KPKP Jakarta Barat menargetkan sebanyak 600 ekor kucing jantan lokal. Target ini menunjukkan skala besar upaya pengendalian populasi hewan yang dilakukan oleh pemerintah kota.
Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat sebanyak 404 ekor kucing jantan lokal telah berhasil didaftarkan untuk menjalani prosedur sterilisasi. Angka ini mencerminkan tingginya minat dan kesadaran masyarakat Jakarta Barat akan pentingnya sterilisasi.
Untuk mendukung kelancaran proses sterilisasi, tim gabungan mengerahkan 10 petugas medis dan paramedis hewan. "Dari pihak Let’s Adopt ada dua dan dari Polsatwa ada enam," tambah Novy P Palit, merinci komposisi tim yang terlibat.
Advertisement
Kehadiran petugas yang memadai memastikan setiap prosedur sterilisasi kucing berjalan aman dan sesuai standar kesehatan hewan. Program ini menjadi langkah proaktif dalam menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan kesehatan masyarakat.
Advertisement
Program sterilisasi kucing memiliki dampak positif yang signifikan, terutama dalam pencegahan penyebaran rabies. Dengan mengontrol populasi kucing liar, risiko penularan penyakit zoonosis berbahaya ini dapat diminimalisir secara efektif di wilayah Jakarta Barat.
Selain itu, sterilisasi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup hewan peliharaan. Kucing yang disteril cenderung memiliki perilaku yang lebih tenang, mengurangi risiko perkelahian, dan menurunkan kemungkinan terkena beberapa jenis penyakit tertentu.
Wina, salah satu peserta, mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini terus dilaksanakan. "Tadi saya juga sempat ngobrol sama teman-teman yang lain. Acara ini emang membantu dan penting banget, jadi kita berharap acara seperti ini bisa lebih sering-sering lagi," ujarnya, menyoroti kebutuhan berkelanjutan masyarakat.
Advertisement
Inisiatif sterilisasi kucing Jakarta Barat ini tidak hanya menguntungkan hewan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan harmonis bagi seluruh warga. Ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat memberikan manfaat besar bagi komunitas.
Sumber: AntaraNews