Fakta Menarik: Manggarai Pastikan Stok Vaksin Anti Rabies Aman, Ribuan Vial Siap Lindungi Warga!

Dinas Kesehatan Manggarai, NTT, memastikan ketersediaan stok Vaksin Anti Rabies (VAR) bagi korban gigitan HPR. Apakah stok yang ada cukup untuk menghadapi kasus rabies?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Menarik: Manggarai Pastikan Stok Vaksin Anti Rabies Aman, Ribuan Vial Siap Lindungi Warga!
Dinas Kesehatan Manggarai, NTT, memastikan ketersediaan stok Vaksin Anti Rabies (VAR) bagi korban gigitan HPR. Apakah stok yang ada cukup untuk menghadapi kasus rabies? (Merdeka.com)

Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), memberikan kepastian terkait ketersediaan stok Vaksin Anti Rabies (VAR). Hal ini sangat penting untuk penanganan pasien yang mengalami gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di wilayah tersebut, demi menjaga kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai, Jefrin Haryanto, menegaskan bahwa pasokan VAR di daerahnya dalam kondisi aman terkendali. Ketersediaan vaksin ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah demi melindungi masyarakat dari ancaman penyakit rabies yang mematikan.

Untuk tahun 2025, Kabupaten Manggarai telah mendapatkan distribusi ribuan vial vaksin dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Vaksin-vaksin ini telah disalurkan secara merata ke berbagai fasilitas kesehatan guna memastikan aksesibilitas bagi seluruh warga yang membutuhkan.

Distribusi dan Ketersediaan VAR di Manggarai

Jefrin Haryanto menjelaskan bahwa pada tahun 2025, Kabupaten Manggarai telah menerima total 6.650 vial Vaksin Anti Rabies dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Ribuan vial vaksin tersebut telah didistribusikan secara strategis ke 25 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah, serta ke RSUD Ruteng dan Rumah Sakit Pratama Reo.

“Sisa stok saat ini di Gudang Farmasi Kabupaten Manggarai sebanyak 910 vial vaksin dan stok ini diperkirakan cukup untuk satu bulan ke depan,” ujar Jefrin, memberikan gambaran jelas mengenai kondisi pasokan saat ini. Ketersediaan ini menunjukkan kesiapan Dinkes dalam menghadapi kasus gigitan HPR.

Dinas Kesehatan Manggarai juga terus menjalin koordinasi erat dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa pasokan vaksin tetap tersedia dan dapat ditambah jika sewaktu-waktu diperlukan, menjamin keberlanjutan penanganan rabies di Manggarai.

Tren Kasus Gigitan HPR dan Penanganan Rabies

Jefrin Haryanto juga memaparkan data terkait jumlah kasus gigitan HPR yang telah ditangani oleh Dinkes Manggarai. Sejak Januari hingga Juli 2025, tercatat sebanyak 1.392 kasus gigitan HPR yang memerlukan penanganan medis dan pemberian Vaksin Anti Rabies.

“Jumlah kasus gigitan HPR yang ditangani pada tahun 2023 tercatat 1.777 kasus gigitan HPR di Kabupaten Manggarai, dengan 3 kasus di antaranya berujung pada kematian, sedangkan pada tahun 2024, jumlah kasus mencapai 1.891 kasus, dengan dua korban jiwa,” katanya, menunjukkan fluktuasi dan dampak serius dari kasus rabies.

Dalam langkah penanganan penularan rabies, Dinkes Manggarai telah melakukan serangkaian upaya komprehensif. Ini meliputi identifikasi dan pemetaan masalah, pelayanan kesehatan yang responsif bagi korban gigitan HPR, serta kerja sama yang kuat dengan lintas sektoral terkait.

“Kami secara konsisten melakukan monitoring dan evaluasi sekaligus membentuk rabies center di 27 puskesmas dan rumah sakit untuk memberikan pelayanan tata laksana kasus gigitan HPR dan melakukan promosi kesehatan untuk pengendalian rabies,” pungkas Jefrin. Ini menunjukkan komitmen Dinkes dalam pencegahan dan penanganan rabies secara berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi